Dengan demikian, transaksi memisahkan kepemilikan lima fasilitas yang sudah berjalan dari rencana ekspansi PDG. Perusahaan Singapura itu menyatakan akan terus mengembangkan kapasitasnya untuk pelanggan hyperscale di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.
“Kami berencana untuk terus berinvestasi dalam ekspansi kami. Transaksi ini merupakan langkah alami untuk terus melayani kebutuhan pelanggan hyperscale kami yang terus berkembang di Indonesia dan di seluruh kawasan Asia Pasifik,” ujar Salgame.
Persaingan infrastruktur digital ikut menguat
Bagi Indonesia, transaksi ini menambah pemain yang mengelola fasilitas penting bagi layanan digital. Pusat data menjadi tempat perusahaan menyimpan dan mengolah informasi. Ketersediaan kapasitas dan lokasi fasilitas ikut menentukan kemampuan penyedia layanan memenuhi permintaan pelanggan, meski bahan sumber tidak merinci kapasitas lima aset yang diakuisisi.
SM+ juga telah mengumumkan kerja sama dengan Korea Selatan untuk mendirikan pusat data AI bernama SMX01 di Jakarta. Rencana itu menunjukkan perusahaan tengah membangun kehadiran di layanan infrastruktur digital, sementara akuisisi PDG memberikan akses pada fasilitas yang sudah beroperasi.
Besarnya kebutuhan pelanggan hyperscale menjadi alasan PDG menyebut ekspansi tetap berjalan setelah transaksi. Namun, perusahaan belum mengungkap rincian investasi berikutnya atau jadwal pengembangan fasilitas dalam keterangan yang dikutip.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.