Rabu, 14 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Gubernur Bali batalkan WFH setelah ada solusi untuk atasi antrean BBM

Gubernur Bali batalkan WFH setelah ada solusi untuk atasi antrean BBM
Gubernur Bali batalkan WFH setelah ada solusi untuk atasi antrean BBM

Untuk Pertamax, tambahan pasokan sebanyak 13 juta liter dijadwalkan datang pada 13 dan 17 Oktober. Pemprov memperkirakan jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan selama 10 hingga 11 hari. Dengan kedatangan bertahap itu, pemerintah daerah menyatakan stok kedua jenis BBM berada dalam kondisi aman dan melampaui kebutuhan normal.

Kumparan dan VIVA juga melaporkan keterangan Koster pada 13 Oktober mengenai stok Pertalite dan Pertamax yang diperkirakan cukup sampai dua pekan ke depan. Angka itu menggambarkan perkiraan gabungan ketersediaan, sementara rincian durasi tiap pasokan dalam keterangan Pemprov dibedakan menurut jenis BBM dan jadwal kedatangannya.

Perbedaan cara penyajian tersebut tidak mengubah angka volume yang disampaikan: 19,2 juta liter Pertalite dan 3 juta liter Pertamax untuk pasokan yang tiba pada 13 Oktober, disusul rencana 25 juta liter Pertalite serta 13 juta liter Pertamax. Ketersediaan stok juga bergantung pada kelancaran penyaluran dari terminal ke SPBU, bukan hanya jumlah BBM yang telah tiba.

Distribusi menjadi penentu meredanya antrean

Bagi warga, keputusan membatalkan WFH berarti aktivitas kerja dan sekolah tidak perlu dialihkan ke rumah sebagai respons atas antrean. Namun, dampaknya di lapangan akan ditentukan oleh seberapa cepat SPBU kembali terisi dan apakah pasokan tersalurkan merata. Pemerintah memusatkan operasi awal di Denpasar dan Badung, lalu merencanakan perluasan ke Gianyar dan Tabanan.

Koster menyebut pasokan telah bergerak, sedangkan skema operasional disiapkan dari depo Pertamina sampai SPBU. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan yang tertib karena Bali menjadi etalase Indonesia di hadapan masyarakat dunia.

“Karena Bali merupakan etalasenya Indonesia di hadapan masyarakat dunia, jadi segala sesuatu di Bali ini harus dapat kita kelola dengan akurasi yang tinggi, dengan manajemen yang rapi,” tutur Koster.

Langkah terdekat adalah menjalankan operasi 24 jam di 92 SPBU Denpasar dan Badung, kemudian menerapkannya di Gianyar dan Tabanan. Pemprov Bali dan Pertamina akan mengandalkan kedatangan pasokan sesuai jadwal serta kelancaran distribusi untuk memastikan antrean berkurang.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda