Kamis, 30 Juli 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Gubernur Bali minta bendesa perkuat peran adat cegah aksi pengeroyokan

Gubernur Bali minta bendesa perkuat peran adat cegah aksi pengeroyokan
Gubernur Bali minta bendesa perkuat peran adat cegah aksi pengeroyokan

DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh bendesa atau pemimpin adat di wilayahnya untuk memperkuat peran desa dalam menjaga ketertiban masyarakat. Langkah ini diambil untuk memastikan aksi pengeroyokan yang menewaskan seorang terduga pencuri ayam di Kabupaten Tabanan tidak terulang kembali.

Koster menegaskan, aparat desa memiliki posisi krusial untuk memberikan pemahaman kepada warga agar tidak mengambil tindakan main hakim sendiri. Ia menyatakan bakal berkomunikasi secara intensif dengan para bendesa agar masyarakat lebih mengedepankan proses hukum dan sisi kemanusiaan dalam setiap situasi.

Penekanan pada Proses Hukum dan Kemanusiaan

Insiden pengeroyokan yang terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, menjadi catatan serius bagi pemerintah daerah. Koster meminta masyarakat tetap tenang dan tidak bertindak reaktif terhadap isu-isu di lingkungannya. Baginya, keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kesadaran warga untuk menahan diri.

“Semua harus menjaga situasi di masing-masing desa, tidak perlu terlalu reaktif. Kalau pun melakukan tindakan pencegahan, tentu saja kemanusiaan harus dijaga lebih dulu, tidak usah melakukan tindakan seperti itu,” tegas Koster di Denpasar, Selasa.

Selain itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menyaring informasi. Koster mengingatkan agar warga tidak menyebarkan kabar yang belum tentu benar atau tidak sesuai fakta, karena hal tersebut berpotensi memicu ketegangan sosial yang tidak diinginkan.

Penanganan Hukum dan Stabilitas Wilayah

Terkait perkembangan kasus di Baturiti, Koster menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada jajaran kepolisian. Berdasarkan laporan Kapolda Bali, sebanyak lima orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan kini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap fakta tindak pidana tersebut secara utuh.

Koster juga memastikan potensi konflik horizontal antara desa terkait, yakni Desa Batunya dan Desa Sidatapa, telah berhasil diredam. Pihak Polda Bali telah melakukan langkah preventif dengan memberikan imbauan langsung ke setiap desa yang terlibat agar suasana tetap kondusif.

Di sisi lain, Koster menanggapi dugaan mengenai faktor ekonomi yang melatarbelakangi aksi pencurian ayam tersebut.

Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi, pemerintah pusat, hingga tingkat kabupaten/kota telah berkolaborasi menjalankan berbagai program bantuan sosial serta pengentasan kemiskinan secara merata.

Menurutnya, kondisi ekonomi seharusnya tidak menjadi pembenaran bagi siapa pun untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum di tengah masyarakat.

Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen agar pembangunan dan pemberdayaan ekonomi dirasakan secara adil oleh seluruh desa di Bali. Fokus utama kebijakan ini adalah menangani akar masalah sosial serta memperkuat ketahanan masyarakat langsung dari tingkat desa agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda