JAKARTA — Gua bawah tanah di Bulan berpotensi memberi astronaut perlindungan alami dari radiasi dan perubahan suhu ekstrem. NASA memilih proyek GIMLI untuk menyelidiki apakah lubang Marius Hills Pit benar-benar menjadi pintu masuk menuju gua yang dapat mendukung pangkalan manusia.
Temuan itu belum memastikan gua tersebut aman atau cukup luas untuk dihuni. Namun, hasil penyelidikan dapat membantu menentukan apakah kawasan vulkanik Bulan menyimpan lokasi yang lebih terlindung untuk tempat tinggal, penelitian, dan eksplorasi jangka panjang.
Marius Hills Pit berada di kawasan vulkanik Bulan. Lubangnya berukuran sekitar 65 x 90 meter dengan kedalaman yang diperkirakan mencapai 34-45 meter. Para ilmuwan menduga struktur itu terhubung dengan terowongan lava purba yang terbentuk miliaran tahun lalu.
NASA kirim instrumen untuk memetakan bawah permukaan
Menurut laporan Astronomy pada Kamis (15/10/2026), NASA memilih proyek GIMLI, singkatan dari Geophysical Instruments for Marius Lunar Pit Investigation, untuk menyelidiki lokasi tersebut. Proyek ini dipimpin Planetary Science Institute (PSI).
Tim GIMLI akan menggunakan wahana pendarat dan penjelajah yang membawa radar penembus tanah, sensor seismik, alat pengukur gravitasi, serta kamera. Instrumen itu dirancang untuk memetakan struktur di bawah permukaan dan memeriksa apakah lubang tersebut tersambung dengan jaringan gua yang luas.
Belum ada kepastian tentang bentuk bagian dalamnya. Pengukuran dari instrumen proyek diharapkan memberi gambaran lebih jelas tanpa menganggap dugaan awal sebagai temuan yang sudah terkonfirmasi.
Gareth Morgan, ilmuwan senior PSI sekaligus wakil peneliti utama GIMLI, mengatakan: “Konfirmasi keberadaan terowongan lava yang besar akan memberi kita wawasan tentang bagaimana aktivitas vulkanik berlangsung di Bulan.”
Gua Bulan bisa memberi perlindungan alami
Permukaan Bulan menghadapkan manusia pada lingkungan ekstrem. Gua bawah tanah dinilai menarik sebagai lokasi pangkalan karena lapisan batuan di atasnya dapat menghalangi radiasi kosmik, partikel berbahaya dari Matahari, dan hantaman meteoroid kecil. Suhu di dalam gua juga diperkirakan lebih stabil daripada di permukaan yang mengalami perubahan drastis.
Bagi rencana eksplorasi manusia, perbedaan itu penting. Jika kelak terbukti cukup luas dan aman, gua dapat dipertimbangkan sebagai tempat tinggal astronaut sekaligus laboratorium penelitian. Lokasi terlindung juga berpotensi menjadi pangkalan untuk kegiatan eksplorasi jangka panjang, meski semua itu masih bergantung pada hasil penyelidikan.
Jadi, belum ada pangkalan yang siap dibangun. NASA masih perlu memastikan apakah lubang Marius Hills Pit benar-benar membuka akses ke terowongan, bagaimana struktur ruang di dalamnya, dan apakah kondisi gua mendukung pemanfaatan oleh manusia. Bahan yang tersedia belum menyebut jadwal penyelidikan di lokasi.
Proyek ini juga membawa tujuan ilmiah di luar pencarian tempat tinggal. Lapisan batuan di sekitar Marius Hills Pit diyakini menyimpan petunjuk mengenai aktivitas vulkanik purba. Jika radar, sensor seismik, dan pengukuran gravitasi menemukan struktur bawah tanah yang sesuai, data itu dapat membantu ilmuwan memahami sejarah geologi Bulan sekaligus menilai potensi lokasi tersebut.
Untuk saat ini, gua besar yang layak dihuni masih sebatas kemungkinan. NASA berharap penyelidikan GIMLI dapat menjawab apakah lubang itu terhubung dengan jaringan gua dan apa yang tersimpan di bawah permukaan. Morgan menegaskan bahwa konfirmasi terowongan lava besar akan memberi wawasan tentang aktivitas vulkanik Bulan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.