Jumat, 16 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Ekspor Indonesia Tumbuh 4,43 Persen, Logistik Jadi Kunci Pelaku Usaha Tembus Pasar Global

Ekspor Indonesia Tumbuh 4,43 Persen, Logistik Jadi Kunci Pelaku Usaha Tembus
Ekspor Indonesia Tumbuh 4,43 Persen, Logistik Jadi Kunci Pelaku Usaha Tembus

JAKARTA — Ekspor Indonesia mencapai US$167,03 miliar sepanjang Januari–Juli 2026, tumbuh 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini membuka peluang pasar bagi pelaku usaha, tetapi distribusi barang lintas negara tetap membutuhkan dukungan logistik yang sesuai.

Kebutuhan itu menjadi salah satu perhatian dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Lion Parcel memperkenalkan pengembangan layanan pengiriman internasional Interpack dan solusi logistik business-to-business (B2B) untuk mendukung aktivitas ekspor serta distribusi perusahaan.

Interpack kini menjangkau lebih dari 220 destinasi internasional. Tarif pengiriman dari Indonesia tersedia mulai Rp37.500, menurut keterangan perusahaan yang disampaikan pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Ekspor Indonesia dan kebutuhan logistik lintas negara

Pertumbuhan ekspor memberi ruang bagi perusahaan nasional untuk memperluas jangkauan bisnis dan mengenalkan produk ke pasar luar negeri. Namun, nilai ekspor yang meningkat tidak dengan sendirinya menjawab kebutuhan distribusi. Pelaku usaha tetap perlu mengatur pengiriman agar barang dapat mencapai tujuan sesuai kebutuhan operasional.

Lion Parcel menyebut pengembangan Interpack ditujukan untuk kebutuhan pengiriman individu maupun bisnis. Jangkauan ke lebih dari 220 destinasi memberi perusahaan pilihan tujuan pengiriman yang lebih luas, sementara tarif mulai Rp37.500 menjadi informasi biaya awal yang dapat dipertimbangkan saat merencanakan distribusi.

Angka tarif itu merupakan tarif mulai, bukan keterangan biaya untuk setiap tujuan atau jenis kiriman. Bahan perusahaan tidak memerinci rincian tarif berdasarkan negara, berat, maupun jenis barang. Karena itu, pelaku usaha tetap perlu memastikan biaya dan ketentuan pengiriman sesuai dengan kiriman yang akan dikirim.

Dampaknya terasa pada keputusan usaha sehari-hari. Pilihan jalur pengiriman internasional dapat membantu perusahaan mempertimbangkan perluasan pasar tanpa harus mengabaikan ongkos distribusi. Bagi usaha yang mulai mengirim produk ke luar negeri, jangkauan tujuan dan biaya pengiriman menjadi bagian dari perhitungan sebelum menentukan pasar yang akan dilayani.

Lion Parcel kembangkan layanan internasional

Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto mengatakan perdagangan internasional membuka peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas jangkauan bisnis. Ia menekankan bahwa peluang itu perlu ditopang kesiapan logistik yang sesuai dengan kebutuhan pengiriman.

“Karena itu, Lion Parcel terus mengembangkan kapabilitas internasional dan solusi logistik yang relevan dengan kebutuhan bisnis, sehingga pelaku usaha dapat lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas,” kata Kenny dalam keterangannya, Kamis, 15 Oktober 2026.

Perusahaan juga menyebut solusi B2B sebagai bagian dari pengembangan layanan untuk kebutuhan distribusi bisnis. Namun, bahan yang disampaikan tidak merinci cakupan layanan B2B, ketentuan operasional, atau negara tujuan yang tersedia khusus untuk layanan tersebut.

TEI 2026 menjadi tempat perusahaan logistik menampilkan upaya memperkuat pengiriman lintas negara dan solusi bisnis. Pameran perdagangan internasional itu berlangsung selama lima hari di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada 14–18 Oktober 2026.

Bagi eksportir, hubungan antara penjualan dan pengiriman menjadi pertimbangan praktis: pasar baru hanya dapat dijangkau jika barang bisa didistribusikan ke tujuan yang dituju. Ketersediaan layanan dengan jangkauan internasional memberi pilihan, tetapi keputusan memakai layanan tertentu tetap bergantung pada tujuan, karakter barang, serta biaya yang berlaku.

Data nilai ekspor dalam bahan bersumber dari informasi yang dicantumkan VIVA, sedangkan rincian Interpack dan pernyataan Kenny Kwanto berasal dari keterangan Lion Parcel. Perusahaan menyebut layanan itu menjangkau lebih dari 220 destinasi dengan ongkos kirim mulai Rp37.500; rincian yang lebih spesifik tidak dicantumkan dalam bahan.

Pengembangan layanan internasional tersebut menjadi bagian dari upaya Lion Parcel mendukung kebutuhan distribusi pelaku usaha. Perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana perusahaan menerapkan layanan itu untuk kebutuhan pengiriman bisnis dan pasar tujuan yang dipilih eksportir.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair