BEKASI — Wamensos Agus Jabo Priyono meminta sentra Kemensos ikut mendukung Sekolah Rakyat, bukan hanya melayani kelompok rentan. Arahan itu disampaikan kepada para kepala sentra dan sentra terpadu di Sentra Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 15 Oktober 2026.
Perubahan arah kerja ini menempatkan unit layanan rehabilitasi sosial dalam dua tugas sekaligus: memenuhi mandat pelayanan sosial dan merespons program prioritas Presiden. Salah satu bentuk dukungan yang disebut Agus ialah menghadirkan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebagai jembatan bagi anak-anak yang belum bisa masuk Sekolah Rakyat.
Sentra Kemensos dan dukungan untuk Sekolah Rakyat
Agus menyampaikan arahan tersebut dalam kegiatan Pemantauan Kinerja Unit Pelaksana di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial. Ia meminta para pengelola sentra memahami program pemerintah, tanpa meninggalkan tugas utama melayani Pemerlu Atensi Sosial (PAS).
“Kita juga harus memahami apa yang menjadi program-program dari Bapak Presiden,” ujar Agus Jabo dalam kegiatan itu.
Contoh SKB, menurut Agus, menunjukkan bagaimana unit rehabilitasi sosial dapat ikut membuka jalan bagi anak-anak yang belum dapat mengakses Sekolah Rakyat. Ia menilai program serupa perlu diperbanyak agar sentra tidak berhenti pada pelayanan rutin.
Bagi masyarakat, arah ini dapat memperluas fungsi sentra dari tempat pelayanan sosial menjadi penghubung bagi kelompok yang membutuhkan akses ke program pemerintah. Dalam contoh yang disampaikan, anak-anak yang belum bisa masuk Sekolah Rakyat mendapat jembatan melalui kegiatan belajar. Namun, arahan tersebut tidak menyebut jumlah anak yang telah terjangkau ataupun target pelaksanaan program.
Agus menegaskan, tugas Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial tetap harus berjalan sesuai fungsi dan ketentuan perundang-undangan. Dukungan terhadap program Presiden, kata dia, perlu direncanakan bersamaan dengan mandat itu, bukan menggantikannya.
Sentra diarahkan menjadi pusat keunggulan
“Jadi ada mandat undang-undang, ada mandat dari Bapak Presiden yang harus kita respons dan kita sikapi, yang tentunya ini juga harus mulai kita rencanakan ke depannya seperti apa,” kata Agus.
Karena itu, penyusunan program dan kebijakan rehabilitasi sosial ke depan diminta mempertimbangkan dua hal: optimalisasi layanan bagi kelompok rentan dan kontribusi terhadap program prioritas Presiden. Keduanya menjadi dasar dalam menentukan peran sentra, termasuk dukungan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan unit pelayanan.
Agus juga mengaitkan penguatan peran itu dengan konsep “memakmurkan sentra” yang diterjemahkan oleh Menteri Sosial. Maknanya, sentra tidak sekadar ramai dikunjungi, tetapi berkembang menjadi pusat keunggulan atau Center of Excellence dalam pelayanan sosial.
Konsep tersebut memuat tiga fungsi. Sentra diarahkan menjadi pusat rujukan utama rehabilitasi sosial, tempat penerapan model dan praktik terbaik, serta pusat pembelajaran dengan standar kualitas tinggi.
Jika berjalan sesuai arah itu, sentra diharapkan dapat menyebarkan praktik layanan yang baik sekaligus tetap menjangkau kelompok rentan. Tantangannya ada pada perencanaan: unit perlu memastikan dukungan bagi Sekolah Rakyat tidak mengurangi kapasitas layanan yang menjadi mandat utamanya.
Dalam arahan di Bekasi, Agus meminta perencanaan ke depan merespons kedua mandat tersebut. SKB menjadi contoh dukungan yang ia sebut bagi anak-anak yang belum bisa masuk Sekolah Rakyat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.