Jumat, 16 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Robot Pengantar Uber Dihalangi, Perempuan Philadelphia Ditangkap

Robot Pengantar Uber Dihalangi, Perempuan Philadelphia Ditangkap
Robot Pengantar Uber Dihalangi, Perempuan Philadelphia Ditangkap

PHILADELPHIA — Seorang perempuan ditangkap setelah berulang kali menghalangi robot pengantar makanan di Center City, Philadelphia. Polisi menyebut Carolyn Marvin juga mengabaikan beberapa perintah petugas untuk menyingkir dari jalur robot di dekat Reading Terminal Market.

Insiden itu terjadi di blok 1200 Filbert Street dan terekam dalam video yang menarik perhatian daring. Marvin dikenai tuduhan berperilaku tidak tertib, menurut kepolisian Philadelphia.

Protes terhadap robot pengantar

Marvin mengatakan kepada Action News bahwa ia sengaja menghadang robot karena menilai teknologi itu menggantikan pekerjaan kurir manusia. Ia menyebut aksinya sebagai bentuk protes dan mengatakan telah melakukan hal serupa setiap kali melihat robot pengantar.

“Saya tahu mereka mengambil pekerjaan kurir manusia dan karena itu, saya memprotes mereka setiap kali melihatnya dengan berdiri di depan mereka dan mencegah mereka melaju,” kata Marvin.

Ia juga menyatakan tindakannya dilindungi kebebasan berbicara. Marvin mengaku pernah menghadang robot pengantar dalam beberapa kesempatan, termasuk insiden pada September di sepanjang Broad Street yang juga ramai di media sosial.

Peristiwa ini memperlihatkan benturan yang kerap muncul saat teknologi otomatis hadir di ruang publik: robot dirancang untuk mengantar barang, sementara warga memperdebatkan dampaknya terhadap pekerjaan dan hak untuk menyampaikan protes.

Bagi pekerja pengantaran, kekhawatiran Marvin menyentuh soal mata pencaharian; bagi pengguna jalan, insiden tersebut juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana robot dan pejalan kaki berbagi trotoar.

Video insiden memicu perhatian warga

Ashley Baldwin, warga West Philadelphia yang menyaksikan salah satu pertemuan Marvin dengan robot, mengatakan ia sempat mengira robot itu menabrak perempuan tersebut. Baldwin lalu menanyakan apakah Marvin baik-baik saja.

“Saya benar-benar mengira robot itu menabraknya, jadi pertanyaan pertama saya, ‘Kamu tidak apa-apa? Robot itu menabrakmu?’ Lalu dia bilang, ‘Tidak, saya harus menghentikan ini. Mereka mengambil alih dunia,’” ujar Baldwin.

Marvin mengatakan ia akan terus memprotes. Ia beralasan warga berhak menggelar demonstrasi di trotoar untuk menentang penggunaan robot pengantar.

“Saya akan terus melakukannya. Kenapa tidak? Saya pikir ini hak Amandemen Pertama saya untuk berdemonstrasi secara terbuka di trotoar dan memprotes robot pengantar,” kata Marvin.

Ia berharap video yang ramai dibicarakan itu mendorong perbincangan lebih luas tentang robot pengantar, kecerdasan buatan, dan peran teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kepolisian menyatakan Marvin ditangkap dan didakwa berperilaku tidak tertib; bahan sumber tidak menyebutkan jadwal sidang atau perkembangan perkara berikutnya.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 16 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis