Rute yang tidak valid jauh berbeda: rata-rata hanya terlihat oleh dua titik pengamatan. Hampir separuh rute tidak valid hanya menjangkau satu titik. Untuk kasus ketika jaringan yang salah mengumumkan alamat—jenis kesalahan yang paling jelas menyerupai pembajakan rute—71 persen hanya terlihat di satu titik.
Artinya, jumlah rute tidak valid saja bisa memberi gambaran berlebihan tentang seberapa luas gangguan di suatu negara. Spanyol, misalnya, memiliki porsi tertinggi untuk awalan IPv4 tidak valid, yakni 28,2 persen. Namun, setelah alamat dihitung dengan mempertimbangkan berapa banyak titik pengamatan yang melihatnya, porsinya turun menjadi 0,057 persen.
Slovakia juga turun dari 17,4 persen menjadi hampir nol dengan cara penghitungan berbobot itu. Italia mencatat angka 0,121 persen untuk negara dengan sedikitnya satu juta alamat IPv4, naik dari 0,075 persen setahun sebelumnya. Sebanyak 90 persen angka Italia tersebut berasal dari satu jaringan.
Perbedaan itu penting bagi pembaca karena statistik rute yang tampak buruk belum tentu berarti sebagian besar koneksi di negara tersebut rentan atau terganggu. Rute yang hanya dilihat satu atau dua titik pengamatan tidak menyebar seluas rute yang diterima banyak jaringan.
Penghitungan berdasarkan jangkauan memberi ukuran yang lebih dekat dengan paparan nyata, meski tidak menghapus risiko bagi jaringan yang masih menerima pengumuman salah.
China menyumbang sebagian besar kenaikan
Kenaikan global terkonsentrasi di sejumlah negara, terutama China. Pada September 2025, hanya 3,7 persen alamat IPv4 China berada dalam rute valid. Setahun kemudian, angkanya mencapai 83,0 persen. Perubahan itu menyumbang hampir 60 persen dari kenaikan global jika dihitung berdasarkan alamat.
Tanpa China, porsi alamat IPv4 dalam rute valid naik dari 58,0 persen menjadi 63,2 persen, atau bertambah 5,2 poin. Kenaikan itu sedikit lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. Dengan China dimasukkan, angka global bergerak dari 53,1 persen pada 2025 menjadi 65,0 persen pada 2026 berdasarkan penghitungan alamat per 28 September.
Negara lain juga mencatat perubahan besar. Mesir naik dari 23 persen menjadi 99 persen, Kazakhstan dari 16 persen menjadi 84 persen, Meksiko dari 37 persen menjadi 78 persen, dan Afrika Selatan dari 38 persen menjadi 60 persen.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.