Pada saat yang sama, hampir 60 persen ruang alamat IPv4 yang belum tercakup rute valid berada di Amerika Serikat. Sekitar satu dari empat alamat dalam kelompok itu milik Departemen Pertahanan AS. Sebagian besar ruang tersebut mulai diumumkan departemen itu pada 2021 untuk memantau penyalahgunaan, bukan untuk menjalankan layanan.
IPv6 ikut melaju, tetapi RPKI bukan perlindungan penuh
Adopsi RPKI pada IPv6 juga meningkat, setelah sebelumnya muncul kekhawatiran bahwa pertumbuhannya melambat. Dalam periode yang sama, porsi awalan IPv6 yang ditandai valid naik dari 56 persen menjadi 79 persen. Untuk IPv4, angkanya bergerak dari 54 persen menjadi 68 persen, sehingga IPv6 unggul sekitar sepuluh poin.
Sejumlah ukuran lain turut berubah. Rata-rata jumlah blok alamat per ROA kembali naik dari 2,31 pada akhir Desember menjadi 2,62. Titik publikasi, yang sebelumnya tercatat turun dari 63 menjadi 53, meningkat menjadi 91 ketika lebih banyak organisasi mulai mengelola repositori sendiri, alih-alih bergantung pada registri mereka.
Meski mempersempit ruang bagi pengumuman asal yang salah, RPKI tidak memvalidasi jalur lengkap yang ditempuh lalu lintas. Sistem ini juga tidak dapat menangkap penyerang yang menggunakan izin yang sudah tercantum dalam ROA.
Jadi, operator tetap perlu memperhatikan konfigurasi dan jalur jaringan, sementara kenaikan cakupan RPKI menjadi lapisan perlindungan yang makin luas—bukan jaminan bahwa pembajakan rute mustahil terjadi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.