BANDUNG — Kebakaran Bandung menghanguskan rumah dan kios di Jalan Terusan Galunggung, Kecamatan Lengkong, Jumat (16/10) pagi. Uang sekitar Rp 5 juta dan dokumen penting keluarga ikut terbakar, sementara pemilik rumah Nana (52) dan keluarganya sedang berada di luar.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung memadamkan api sekitar pukul 11.00 WIB. Tidak ada korban jiwa. Penyebab kebakaran masih diselidiki petugas berwenang.
Kebakaran membuat sejumlah barang milik keluarga Nana tak sempat diselamatkan. Di antaranya laptop anaknya, dokumen rumah dan dokumen RT, serta uang tunai yang tersimpan di dalam dompet.
Kebakaran Bandung bermula dari rumah
Kabid Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, Immanuel, mengatakan api muncul lebih dulu di rumah sebelum merambat ke kios yang berada di sebelahnya. Kios itu sedang ditinggalkan pemiliknya saat kebakaran terjadi.
“Objek yang terbakar adalah satu buah rumah dan satu kios. Kios itu ditinggalkan oleh pemiliknya. Jadi, saat melihat informasi dan kobaran api, kondisinya sudah besar,” kata Immanuel.
Petugas berangkat dari Mako Pusat dan tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian. Disdamkartan mengerahkan tujuh unit pancar untuk menangani kebakaran. Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam.
“Kita sampai ke lokasi lebih kurang lima menit dari Mako Pusat. Kita menerjunkan tujuh unit pancar, dan api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam,” ujar Immanuel.
Sekitar 20 personel terlibat dalam pemadaman dan dibagi ke dalam tiga regu. Mereka berupaya mengendalikan api agar tidak menjalar lebih luas ke area sekitar.
Uang dan dokumen keluarga ikut hangus
Nana mengatakan rumah dalam keadaan kosong ketika api muncul. Ia sedang berada di luar bersama anggota keluarganya. Sebelum meninggalkan rumah, ia mengaku tidak sedang memasak.
Di lokasi kebakaran, Nana bercerita bahwa ponselnya sedang tersambung ke listrik. Perangkat itu biasa dipakai sebagai hotspot internet untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, ia belum mengetahui apakah ponsel tersebut berkaitan dengan awal kebakaran.
“Saat itu saya enggak sedang masak juga. Cuma nyolokin handphone,” kata Nana.
Di dekat ponsel itu terdapat laptop milik anaknya. Nana juga menyebut sejumlah surat keluarga tidak bisa diselamatkan.
“Sebelah HP kan ada laptop, ada laptop anak. Semua surat-surat rumah, surat-surat RT,” ujarnya.
Uang tunai sekitar Rp 5 juta yang berada di dalam dompetnya turut hangus. Nana belum bisa memperkirakan total kerugian karena masih perlu memastikan barang-barang yang terbakar dan menghitung dampaknya.
Kerusakan dokumen dan barang elektronik dapat menambah beban keluarga setelah rumah terbakar, karena barang-barang itu berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari serta urusan administrasi. Nilai kerugian belum dapat dipastikan dari keterangan Nana.
Penyebab kebakaran masih diselidiki
Immanuel menegaskan pihaknya belum dapat memastikan pemicu kebakaran. Sumber awal api dan penyebabnya masih menjadi bagian dari penyelidikan petugas berwenang. Keterangan Nana mengenai ponsel yang sedang tersambung ke listrik belum memastikan asal api.
Api telah padam sekitar pukul 11.00 WIB dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Petugas kemudian bersiap kembali ke pusat induk setelah penanganan selesai.
“Tidak ada korban jiwa. Api sudah berhasil dipadamkan dan kita akan kembali ke pusat induknya,” kata Immanuel.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.