TENGGARONG — Kebakaran Tenggarong menghanguskan sekitar 75 bangunan warga di Kelurahan Melayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (5/10). Sebanyak 90 personel gabungan dan sembilan armada dikerahkan untuk memadamkan api yang mulai berkobar sekitar pukul 16.30 Wita.
Api melalap permukiman di kawasan Jalan Danau Aji dan Jalan Sultan Alimuddin. Petugas membutuhkan sekitar dua jam untuk memadamkan api sekaligus mendinginkan lokasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kutai Kartanegara Fida Hurasani, yang akrab disapa Afe, mengatakan petugas berasal dari regu piket dan personel siaga. “Kami menerjunkan sembilan armada serta 90 personel dari regu piket maupun siaga untuk memadamkan kebakaran,” kata Afe, dikutip dari Antara.
Keterbatasan air dan angin kencang memperberat pemadaman
Petugas menghadapi sejumlah kendala saat mengendalikan kobaran api. Afe menyebut tiupan angin kemarau yang kencang serta rumah-rumah kayu yang berdempetan membuat api berisiko merambat cepat di kawasan padat penduduk.
Pasokan air di lokasi juga terbatas. Sebagian armada sedang menangani kebakaran hutan dan lahan di Sangasanga, sehingga tim perlu mencari sumber air lain untuk menjaga proses pemadaman tetap berjalan.
“Minimnya sumber air di lokasi kejadian menjadi hambatan lapangan karena sebagian unit armada sedang menangani karhutla di Sangasanga,” tutur Afe.
Tim gabungan lalu memanfaatkan air dari kolong rumah warga dan kolam di sekitar permukiman. Mesin pompa portabel digunakan untuk menyedot dan mengalirkan air ke titik kebakaran. Upaya itu melengkapi dukungan armada tangki dan para relawan.
Penanganan turut dibantu dua armada Badan Penanggulangan Bencana Daerah, armada tangki PDAM, serta mesin portabel milik relawan penanggulangan bencana daerah. Dukungan lintas unsur ini membantu petugas mengatasi keterbatasan sumber air dan mencegah api menjalar lebih luas.
Permukiman Danau Aji telah masuk zona merah
Kawasan permukiman Danau Aji sebelumnya telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai zona merah rawan kebakaran sejak tiga tahun lalu. Kondisi rumah kayu yang rapat dan sulitnya pasokan air menjadi risiko nyata bagi warga ketika api muncul.
Afe mengatakan fasilitas hidran kering sepanjang seribu meter dari Sungai Tenggarong berfungsi membantu pengisian air. Dua tandon berkapasitas lima ribu liter yang ditempatkan di permukiman juga mendukung penanganan awal sebelum api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Bagi warga, kebakaran yang menghanguskan sekitar 75 bangunan berarti dampak langsung pada rumah dan lingkungan tempat tinggal. Kejadian ini juga memperlihatkan pentingnya akses air dan kesiapan peralatan di kawasan yang telah masuk zona rawan, terutama ketika sejumlah armada harus menangani kejadian lain.
Meski api berhasil dikendalikan, Afe meminta warga meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. “Kami terus mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan potensi kebakaran di tengah kondisi musim kemarau ekstrem,” ujarnya.
Dalam penanganan kebakaran ini, hidran kering sepanjang seribu meter dari Sungai Tenggarong membantu petugas mengisi air.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.