Sabtu, 17 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

BMKG Ungkap Kapan Hujan Mulai Guyur Wilayah Terdampak Karhutla

BMKG Ungkap Kapan Hujan Mulai Guyur Wilayah Terdampak Karhutla
BMKG Ungkap Kapan Hujan Mulai Guyur Wilayah Terdampak Karhutla

JAKARTA — Hujan di enam provinsi prioritas karhutla diprakirakan mulai berada pada kategori menengah hingga tinggi pada dasarian I November, menurut BMKG. Prakiraan ini penting bagi daerah yang masih menghadapi kebakaran, sementara pemantauan satelit juga mendeteksi sebaran asap sampai ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Prakirawan BMKG Wahyu Argo mengatakan curah hujan di wilayah Sumatra dan Kalimantan diperkirakan berkisar 50–300 mm per dasarian pada periode tersebut. Hujan diprakirakan meluas dan meningkat pada dasarian berikutnya, katanya saat dikonfirmasi pada Sabtu (17/10/2026).

Perkiraan hujan tidak berarti risiko kebakaran langsung berakhir. Dampaknya akan bergantung pada sebaran hujan di tiap daerah, sedangkan asap yang terdeteksi di atmosfer belum tentu mencapai permukaan atau langsung menurunkan kualitas udara.

Prakiraan hujan karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Enam provinsi prioritas penanganan karhutla berada di Sumatra dan Kalimantan. BMKG memperkirakan hujan kategori menengah hingga tinggi pada awal November, lalu meluas serta meningkat dalam dasarian setelahnya. Bahan sumber tidak merinci nama keenam provinsi dalam penjelasan prakiraan hujan Wahyu.

Dasarian adalah periode sepuluh hari yang digunakan dalam pemantauan dan prakiraan cuaca. Dengan rentang prakiraan itu, warga dan petugas di daerah terdampak mendapat gambaran waktu perubahan kondisi hujan, tetapi bukan kepastian hujan turun merata di seluruh wilayah.

Papua memiliki perkiraan waktu yang berbeda. Wahyu menyebut hujan di wilayah itu diperkirakan meningkat mulai dasarian II November, dengan kisaran 50–150 mm per dasarian, kemudian terus meningkat hingga Desember 2026.

Perbedaan waktu dan kisaran ini menunjukkan prakiraan perlu dibaca sesuai wilayahnya. Informasi untuk Sumatra dan Kalimantan tidak otomatis menggambarkan kondisi Papua, begitu pula sebaliknya.

Sebaran asap terpantau lintas wilayah

BMKG mengidentifikasi sebaran asap melalui pemantauan citra satelit di sebagian besar provinsi di Sumatra, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, seluruh provinsi di Kalimantan, sebagian Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta sejumlah wilayah di Papua. Temuan itu menggambarkan jangkauan asap yang terpantau, bukan ukuran langsung kualitas udara yang dihirup warga.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 17 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online