Sabtu, 17 Oktober 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Greta Thunberg Soroti Karhutla Kalimantan dan Krisis Asap

Greta Thunberg soroti karhutla Kalimantan dan kabut asap pekat
Kabut asap dan kebakaran hutan menjadi perhatian dalam pesan yang dibagikan Greta Thunberg. (Ilustrasi: AI)

KALIMANTAN — Greta Thunberg mengangkat karhutla Kalimantan lewat unggahan Instagram yang menyerukan agar situasi di lapangan diketahui masyarakat internasional. Pesan yang ia bagikan menyoroti kebakaran dan kabut asap yang masih mengancam hutan, warga, satwa liar, serta kesehatan masyarakat.

Aktivis iklim asal Swedia itu membagikan video Emmanuela Shinta, aktivis pembela hak masyarakat adat. Dalam video, Shinta mengenakan masker gas di tengah suasana berwarna oranye yang tertutup kabut asap pekat. Pesannya: krisis kebakaran dan asap di Kalimantan belum berakhir.

Greta Thunberg dan pesan krisis karhutla Kalimantan

Unggahan di akun @gretathunberg meminta agar pesan tentang kondisi setempat disebarluaskan. Isi video juga mengingatkan bahwa gambaran yang beredar di media sosial belum sepenuhnya menunjukkan apa yang dialami masyarakat di lapangan.

Perbedaan antara rekaman yang beredar dan kondisi sehari-hari warga menjadi bagian penting dari seruan tersebut. Kabut asap bukan sekadar pemandangan di layar: warga menghadapi dampaknya saat menjalani aktivitas, sementara upaya memadamkan api membawa risiko bagi petugas.

Pesan itu menggambarkan kerugian yang menjangkau banyak sisi kehidupan. Hutan dan pohon karet disebut hilang akibat kebakaran. Satwa liar turut terdampak, sementara mata pencaharian warga dan kesehatan masyarakat ikut terancam.

Petugas pemadam kebakaran juga menghadapi bahaya ketika berusaha menghentikan api. Dengan begitu, perhatian pada karhutla tidak berhenti pada luasnya lahan yang terbakar. Kondisi petugas dan warga yang berada dekat dengan asap menjadi bagian langsung dari krisis.

Penggalangan dana untuk warga dan hutan

Video tersebut turut mengajak masyarakat mendukung penggalangan dana bertajuk Borneo’s Fires and Haze Crisis Fundraising Campaign. Dana yang terkumpul ditujukan untuk mendukung petugas pemadam, menambah tempat perlindungan dari kabut asap, melindungi kelompok rentan, dan menyelamatkan hutan yang tersisa.

Tujuan penggalangan itu memperlihatkan kebutuhan yang tidak hanya berkaitan dengan pemadaman. Perlindungan dari asap dan bantuan bagi kelompok rentan juga menjadi perhatian, bersamaan dengan upaya menjaga hutan yang belum terdampak.

Bagi masyarakat di sekitar kawasan kebakaran, kualitas udara dan keselamatan saat beraktivitas merupakan dampak yang terasa langsung. Hilangnya pohon karet juga berkaitan dengan mata pencaharian warga. Karena itu, bantuan untuk petugas, tempat perlindungan, dan kelompok rentan menyasar kebutuhan yang berbeda dalam satu krisis.

Asap melampaui batas wilayah

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia juga mendapat perhatian media internasional. Bahan sumber menyebut kebakaran berkepanjangan meningkatkan kasus gangguan pernapasan dan menyebarkan kabut asap berbahaya ke sejumlah negara Asia Tenggara.

Dampaknya tidak berhenti pada hilangnya tutupan hutan. Gangguan kesehatan, kehidupan satwa liar, sumber penghidupan warga, dan kualitas udara lintas negara terhubung dalam persoalan yang sama. Karena asap dapat menyebar melampaui wilayah kebakaran, penanganan krisis ikut menyangkut masyarakat di luar daerah terdampak langsung.

Keterlibatan Greta dalam menyebarkan pesan Shinta menambah perhatian internasional terhadap karhutla Indonesia. Greta dikenal melalui kampanye perubahan iklim yang mendorong pemerintah dan masyarakat dunia mengambil tindakan. Dalam unggahan ini, seruannya berpusat pada kondisi Kalimantan dan kebutuhan agar suara dari lapangan menjangkau lebih banyak orang.

Pesan penggalangan dana itu mengarahkan dukungan pada petugas pemadam, perlindungan kelompok rentan, tempat berlindung dari asap, dan hutan yang masih tersisa.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 17 Oktober 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir