Pergerakan yang berbeda antara volume, nilai, dan frekuensi menunjukkan aktivitas perdagangan tidak turun dengan pola yang sama pada seluruh ukuran. Angka-angka itu memberi gambaran tentang transaksi di bursa, tetapi tidak cukup untuk menyimpulkan alasan setiap investor membeli atau menjual saham.
Investor asing mencatat jual bersih
Pada Jumat, investor asing membukukan jual bersih atau net sell sebesar Rp 3,34 triliun. Secara kumulatif sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing mencapai Rp 88,19 triliun, menurut data dalam bahan laporan BEI.
Di tengah gejolak, Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengingatkan investor agar tidak mengambil keputusan hanya karena mengikuti arus transaksi pasar. Ia menyarankan keputusan investasi mempertimbangkan fundamental pasar dan perusahaan serta berorientasi jangka panjang.
“Sekali lagi buat investor, ya, bertindak secara rasional, jangan ikut-ikutan, jangan jual atau beli karena pergerakan jual atau beli benar-benar karena fundamental dari market, fundamental dari perusahaan,” kata Iding kepada wartawan di Jakarta, seperti dikutip Jatim Antaranews.
Iding juga menyebut penurunan pasar dapat menjadi momentum bagi investor untuk menelaah kondisi fundamental perusahaan dan pasar. Imbauan itu tidak menghapus risiko dari gejolak harga, tetapi menempatkan keputusan jual-beli pada penilaian terhadap perusahaan, bukan semata-mata reaksi atas gerak indeks harian.
Dalam laporan berbeda, Viva memberitakan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mendesak Komisi XI DPR memanggil BEI dan Otoritas Jasa Keuangan setelah penurunan tajam pada pembukaan Jumat. Desakan itu merupakan pandangan Jansen, bukan keterangan resmi BEI mengenai penyebab pergerakan pasar.
Untuk pekan 12–16 Oktober, data utama BEI menunjukkan IHSG berakhir di 5.185,105, sementara kapitalisasi pasar tercatat Rp 9.157 triliun.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.