Minggu, 18 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

100 Hektare Hutan Gunung Lawu Terbakar, Berpotensi Meluas

100 Hektare Hutan Gunung Lawu Terbakar, Berpotensi Meluas
100 Hektare Hutan Gunung Lawu Terbakar, Berpotensi Meluas

PANGKALPINANG — Kebakaran hutan Gunung Lawu telah menghanguskan sekitar 100 hektare dan membuat warga di lereng Magetan diminta waspada terhadap kemungkinan api merambat. BPBD Kabupaten Magetan memperkuat koordinasi lintas wilayah serta patroli bersama Perum Perhutani, meski laporan terakhir menyebut titik api masih berada di Jawa Tengah.

Kalaksa BPBD Kabupaten Magetan, Eka Radityo, mengatakan timnya mendatangi Posko Aju Cemoro Kandang di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Sabtu untuk memantau penanganan kebakaran. Keterangan itu disampaikan pada Minggu (18/10/2026).

“Koordinasi ini krusial untuk memonitor perkembangan terkini, mengevaluasi penanganan di lapangan, serta membentengi wilayah Magetan dari ancaman penjalaran api,” ujar Eka.

Kebakaran Hutan Gunung Lawu dan Upaya Pemadaman

Data BPBD Kabupaten Karanganyar menyebut warga pertama kali melaporkan kebakaran pada Kamis (15/10/2026) pukul 10.00 WIB. Api kemudian membesar pada sore hari dan membakar alang-alang, tanaman perdu, serta tegakan pinus di kawasan hutan lindung.

Area terdampak berada di petak 28 B, 32, 62 C, dan 63 RPH Blambangan BKPH Lawu Utara, KPH Surakarta. Lokasinya masuk Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Petugas gabungan masih memadamkan api secara manual. Mereka juga memantau titik panas dan membuat sekat bakar untuk membatasi rambatan. Upaya itu menghadapi medan berat: angin bertiup kencang, lereng terjal, sementara titik api berada di kawasan pegunungan tinggi yang tidak dapat dicapai kendaraan pemadam konvensional.

Penanganan didukung tiga posko, yakni Posko Induk Gondosuli, Posko Aju Cemoro Kandang, dan Posko Aju Tambak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso. Eka mengatakan kondisi di Magetan tetap dipantau walaupun api belum dilaporkan melintasi batas wilayah Jawa Tengah.

Risikonya dekat bagi warga sekitar lereng. Patroli dan pemantauan membantu petugas mengetahui perubahan situasi lebih cepat, sedangkan imbauan untuk tidak membakar lahan atau sampah mengurangi kemungkinan munculnya sumber api baru. BPBD meminta warga segera melaporkan asap atau api sekecil apa pun kepada petugas terdekat.

Patroli Magetan Diperketat, Kebakaran Arjuno Jadi Konteks

Peristiwa di Lawu terjadi saat kebakaran juga dilaporkan di sejumlah kawasan lain di Jawa Timur. JPNN melaporkan karhutla di lima kawasan Kabupaten Pasuruan, termasuk Gunung Arjuno, Gunung Bromo, Gunung Putus, Gunung Tumpeng, dan hutan lindung Lumbang. Laporan itu menyebut beberapa titik masih aktif hingga Sabtu (17/10).

ANTARA Jawa Timur juga melaporkan pemadaman kebakaran Gunung Arjuno-Ringgit dilakukan secara manual dari darat. Sementara itu, ANTARA Jawa Barat memberitakan jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara mulai 17 Oktober 2026 untuk mendukung pemadaman dan menjaga keselamatan pendaki.

Kebakaran di Pasuruan tersebut bukan titik api yang sama dengan kebakaran Lawu. Namun, laporan dari kawasan lain memperlihatkan petugas di Jawa Timur menghadapi persoalan serupa: api di medan sulit dijangkau dan pemadaman bergantung pada kerja personel di lapangan.

Untuk Magetan, BPBD telah meminta patroli dan pengawasan diperketat bersama Perum Perhutani agar informasi mengenai pergerakan api segera diteruskan.

Langkah berikutnya bergantung pada perkembangan titik panas dan kondisi lapangan. BPBD Magetan menyatakan akan terus memantau wilayahnya, sementara warga di sekitar lereng Lawu diminta melapor cepat jika menemukan asap atau api.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 18 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online