Minggu, 18 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

BBM Diduga Campur Air Bikin Mobil Rusak, 7 SPBU Diperiksa

BBM Diduga Campur Air Bikin Mobil Rusak, 7 SPBU Diperiksa
BBM Diduga Campur Air Bikin Mobil Rusak, 7 SPBU Diperiksa

SELANGOR — Tujuh SPBU di Selangor diperiksa setelah 10 laporan warga menyebut bensin diduga tercampur air dan menyebabkan kendaraan rusak. Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup Malaysia (KPDN) menyita 27 sampel bensin RON 95 untuk diuji di laboratorium.

Pemeriksaan berlangsung pada 16 Oktober 2026. KPDN mengambil sampel setelah menerima keluhan konsumen dan informasi yang beredar di media sosial, menurut laporan Paultan yang dikutip VIVA pada Minggu (18/10/2026).

Direktur KPDN Selangor Muhamad Hanif Asa’ari mengatakan sampel akan dikirim ke Departemen Kimia Malaysia untuk dianalisis. Hasil uji diharapkan memastikan apakah bensin dari SPBU yang diperiksa mengandung air atau mengalami masalah kualitas lain.

BBM diduga campur air masih menunggu hasil laboratorium

Keluhan yang kini ditangani di Selangor bukan laporan pertama di Malaysia. Dugaan serupa sebelumnya muncul di Penang dan Kedah. Namun, sampai hasil laboratorium keluar, penyebab kerusakan kendaraan dalam laporan warga belum dapat dipastikan.

Pemeriksaan awal KPDN menemukan seluruh SPBU yang diperiksa memiliki izin menjual barang dalam kategori barang terkendali serta izin berdasarkan Petroleum Development Act 1974. Status izin itu tidak menghentikan penyelidikan.

KPDN telah menerbitkan pemberitahuan berdasarkan sejumlah ketentuan dalam Trade Descriptions Act 2011. Melalui pemberitahuan tersebut, pengelola diminta memberikan dokumen dan informasi terkait kegiatan usaha mereka.

Penyelidikan berfokus pada kemungkinan ketidaksesuaian informasi mengenai bensin yang dipasok kepada konsumen. Dengan demikian, pemeriksaan tidak berhenti pada pengambilan sampel; otoritas juga menelusuri dokumen dan keterangan dari pengelola SPBU.

Dampak kontaminasi bergantung pada kondisi kendaraan

Air yang masuk ke tangki penyimpanan bawah tanah berpotensi ikut tersalurkan bersama bahan bakar. Pada mobil bensin, kontaminasi dapat mengganggu proses pembakaran. Gejalanya bisa berupa mesin tersendat, sulit dinyalakan, atau mati.

Jika kontaminasi cukup parah, komponen sistem bahan bakar juga berpotensi rusak. Dampaknya tidak selalu sama, karena bergantung pada jumlah air yang masuk, jenis kendaraan, dan rancangan sistem bahan bakarnya.

Bagi pemilik kendaraan, keluhan mesin setelah mengisi bensin belum cukup untuk menyimpulkan bahwa bahan bakar tercampur air. Gangguan pada sistem pengapian, injektor, pompa bahan bakar, atau komponen lain dapat memunculkan gejala serupa. Pemeriksaan teknis diperlukan untuk mencari sumber masalah sebelum kendaraan diperbaiki atau komponen diganti.

KPDN mengingatkan pengelola SPBU agar merawat tangki penyimpanan bawah tanah secara berkala serta memastikan kondisinya memenuhi standar keselamatan dan kualitas yang berlaku. Perawatan tangki menjadi salah satu hal yang diperhatikan karena gangguan pada penyimpanan dapat berpengaruh pada mutu bahan bakar yang diterima konsumen.

Untuk saat ini, hasil uji Departemen Kimia Malaysia menjadi penentu penting bagi penyelidikan. KPDN masih menunggu analisis sampel dan dokumen dari pengelola SPBU sebelum memastikan apakah ada pelanggaran atau masalah kualitas pada bensin yang dijual.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair