“Almarhum memiliki forum pengajian rutin setiap tahun di Singapura, Malaysia, dan Brunei. Almarhum adalah juga Ketua FUHAB (Forum Ulama dan Habaib), yang menjadikannya sebagai penggiat persatuan lintas muballigh dan para habib,” ujarnya.
Dikenal sebagai ‘singa podium’
Rommy mengatakan Syukron Ma’mun dikenal dengan sebutan “singa podium”. Julukan itu, menurutnya, berkaitan dengan gaya dakwah almarhum yang merangkul beragam kalangan.
Jejaknya terasa pada dua ruang yang berbeda, yakni pendidikan pesantren dan kegiatan dakwah. Pesantren Daarul Rahman telah berdiri sejak 1975, sementara forum pengajian yang disebut Rommy menjangkau jamaah di Singapura, Malaysia, dan Brunei.
Bagi lingkungan pesantren, wafatnya seorang pengasuh membawa dampak langsung bagi santri dan alumni yang selama ini terhubung dengan lembaga tersebut. Keterangan yang tersedia menyebut rencana pemakaman di Jagakarsa, tetapi belum menjelaskan siapa yang akan melanjutkan kepemimpinan pesantren atau bagaimana kegiatan belajar akan berlangsung setelah kepergiannya.
Rommy menempatkan kiprah Syukron sebagai pendakwah dan penggiat persatuan sebagai bagian penting dari warisannya. Dalam keterangannya, ia menyebut almarhum merangkul semua kalangan melalui dakwah dan membangun hubungan lintas muballigh serta habib.
“Insya allah pemakaman akan dilangsungkan hari ini, Ahad, 18 Oktober 2026 ba’da dzuhur di pesantren beliau Jagakarsa, Jaksel,” kata Rommy.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.