Minggu, 18 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Sentimen MSCI Masih Pengaruhi IHSG Pekan Depan, Ini Proyeksi Analis

Sentimen MSCI membayangi pergerakan IHSG dan investor asing
Investor mencermati tekanan jual asing dan evaluasi status pasar Indonesia oleh MSCI. (Ilustrasi: AI)

Sebaliknya, apabila tekanan jual berkurang, indeks berpeluang menguat ke resistance 5.280 hingga 5.400. Hendra mengingatkan bahwa pergerakan naik perlu mendapat konfirmasi dari volume beli yang meningkat dan net sell asing yang menurun.

“Kenaikan indeks harus dikonfirmasi oleh peningkatan volume beli dan penurunan net sell asing agar tidak sekadar menjadi rebound teknikal,” jelas Hendra.

Dengan demikian, pelaku pasar akan mencermati bukan hanya arah indeks, melainkan juga mutu transaksi yang menopang penguatan. Tanpa perbaikan arus dana asing, kenaikan harga saham masih berisiko berlangsung terbatas.

Reformasi pasar dan penegakan aturan jadi perhatian

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, sepakat sentimen MSCI masih menjadi salah satu penentu pergerakan IHSG pekan depan. Investor akan memperhatikan proses evaluasi pasar, keterbukaan data kepemilikan saham, kualitas free float, serta risiko penyesuaian bobot saham Indonesia.

Ketidakpastian itu membuat investor asing cenderung menunggu perkembangan sebelum mengambil keputusan. Nafan menilai komunikasi otoritas pasar modal dengan MSCI dan pelaksanaan reformasi akan ikut membentuk arah pasar.

“Pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi otoritas pasar modal dengan MSCI serta realisasi reformasi pasar,” kata Nafan.

Hendra menilai pembenahan perlu menyentuh transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen, pengawasan konsentrasi kepemilikan, pemenuhan kriteria free float, serta penegakan hukum atas transaksi tidak wajar. Menurutnya, pasar memerlukan perubahan yang terlihat dalam pelaksanaan, bukan hanya pengumuman kebijakan.

“Pasar membutuhkan bukti implementasi yang konsisten, bukan sekadar pengumuman kebijakan,” tegasnya.

Nafan juga menyoroti rencana sanksi terhadap tiga emiten, yakni BREN, DSSA, dan CUAN, yang disebut melanggar aturan. Ia memandang langkah tersebut sebagai sinyal positif penegakan hukum. Namun, dampaknya terhadap IHSG diperkirakan belum signifikan jika penindakan hanya dilakukan secara parsial.

“Ini bisa menjadi katalis positif jangka panjang bagi kepercayaan investor, asal diikuti reformasi yang kredibel,” ujar Nafan.

Di luar evaluasi MSCI, pelaku pasar akan memperhatikan pergerakan dana asing, nilai tukar rupiah, suku bunga global, imbal hasil US Treasury, serta harga komoditas yang dipengaruhi dinamika geopolitik. Dari dalam negeri, efektivitas reformasi pasar modal dan rilis data ekonomi terkait arah kebijakan moneter Bank Indonesia juga masuk dalam perhatian.

Nafan memperkirakan IHSG bergerak volatil dengan kecenderungan sideways to bearish selama tekanan jual asing dan isu MSCI belum mereda. Peluang penguatan teknikal tetap terbuka jika muncul aksi beli selektif. Ia menyarankan investor mencermati saham berfundamental kuat dan bervaluasi murah, sambil disiplin mengelola risiko.

Pekan depan, perkembangan evaluasi MSCI dan bukti pelaksanaan reformasi pasar akan menjadi perhatian berikutnya bagi investor. Respons otoritas terhadap tuntutan transparansi juga akan ikut diuji oleh pasar.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair