Senin, 19 Oktober 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

John Herdman Antusias dengan Liga Putri Indonesia, Ungkap Ingat Putrinya

John Herdman Antusias dengan Liga Putri Indonesia, Ungkap Ingat Putrinya
John Herdman Antusias dengan Liga Putri Indonesia, Ungkap Ingat Putrinya

JAKARTA — Liga Putri Indonesia kembali bergulir, dan John Herdman menyambutnya dengan antusias. Pelatih kepala Timnas Indonesia itu hadir dalam pembukaan kompetisi di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, saat Persija Jakarta Women menghadapi FC Bekasi City Women.

Kompetisi sepak bola putri nasional sempat terhenti pada 2019. Bagi Herdman, kembalinya liga menjadi momen penting sekaligus mengingatkannya pada perjalanan sepak bola putri di negara-negara yang pernah ia latih.

“Ini malam yang besar untuk menyaksikan pertandingan perdana sekaligus menjadi bagian dari perayaan. Saya pernah melihat liga sepak bola putri di Kanada dan Selandia Baru dimulai, dan melihat hal serupa malam ini merupakan sesuatu yang menggembirakan,” ujar Herdman.

Liga Putri Indonesia mengingatkan Herdman pada kariernya

Herdman pernah menangani tim nasional putri Selandia Baru dan Kanada. Bersama Selandia Baru, ia mengantar tim itu tampil dalam Piala Dunia Putri 2007 dan 2011, serta Olimpiade Musim Panas 2008.

Pengalamannya berlanjut di Kanada. Tim yang ia latih meraih medali emas dalam Pesta Olahraga Pan Amerika 2011 dan dua medali perunggu Olimpiade, masing-masing pada 2012 dan 2016.

Bekal itu membuat Herdman menilai perkembangan kompetisi putri dari sudut pandang pelatih yang pernah menyaksikan prosesnya di beberapa negara. Ia melihat kualitas permainan sebagai sesuatu yang dapat tumbuh seiring liga mendapat kesempatan untuk berjalan.

“Saya rasa, karena saya telah terlibat dalam sepak bola putri selama sebagian besar karier saya, saya bisa melihat kualitas yang ditampilkan di lapangan. Kualitas itu akan terus berkembang seiring waktu,” kata Herdman, yang baru saja mengantarkan Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Enam tim bersaing dalam format tiga putaran

Musim ini diikuti enam klub: Garudayaksa FC, Persita, Persikad, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan FC Bekasi City. Mereka akan menjalani format triple round robin, sehingga setiap klub bertemu satu sama lain sebanyak tiga kali.

Fase reguler dijadwalkan berlangsung hingga 30 Januari 2027. Setelah itu, kompetisi berlanjut ke semifinal, perebutan tempat ketiga, lalu laga puncak. Format tersebut memberi klub rangkaian pertandingan berulang untuk menguji konsistensi dan memperlihatkan perkembangan tim sepanjang musim.

Kembalinya liga membawa arti lebih luas daripada sekadar hadirnya jadwal pertandingan. Klub mendapat panggung kompetitif, sementara pemain memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan di level nasional. Penilaian Herdman soal kualitas yang terus berkembang juga menyoroti pentingnya kesinambungan kompetisi bagi sepak bola putri Indonesia.

Harapan pribadi Herdman untuk putrinya

Antusiasme Herdman tidak berhenti pada pengalaman profesional. Ia mengaitkan kebangkitan liga dengan harapan keluarganya sendiri: suatu hari, putrinya bisa merasakan sepak bola di Indonesia.

“Saya memiliki seorang putri. Saya berharap suatu hari nanti dia bisa datang dan bermain di Indonesia,” tutur dia.

Pertandingan pembukaan di Jakarta menandai dimulainya perjalanan musim ini. Kini, perhatian tertuju pada bagaimana enam klub menjalani fase reguler dan siapa yang akhirnya melaju ke semifinal sebelum perebutan gelar pada akhir kompetisi.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda