Selasa, 20 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

AI di Tempat Kerja: 48 Persen Pekerjaan Perlu Dikoreksi

AI di tempat kerja membuat pekerja memeriksa draf dokumen
Penggunaan AI dapat mempercepat penyusunan draf, tetapi hasilnya tetap perlu diperiksa. (Ilustrasi: AI)

LONDON — AI di tempat kerja membuat dokumen lebih mudah disusun, tetapi hasilnya kerap menambah pekerjaan. Survei Use.AI terhadap 8.316 pengguna AI di sejumlah kawasan menemukan 48 persen responden pernah menerima pekerjaan berbantuan AI yang perlu dikoreksi.

Temuan itu menunjukkan produktivitas tidak otomatis naik hanya karena draf bisa dibuat lebih cepat. Pekerja masih harus memeriksa, memperbaiki, bahkan mengulang hasil yang tidak layak digunakan.

AI di tempat kerja mempercepat draf, bukan selalu hasil akhir

Dalam survei tersebut, 62 persen responden menyatakan AI mempermudah pembuatan dokumen, memo, bahkan kode. Namun, kemudahan di tahap awal tidak selalu bertahan sampai pekerjaan siap dikirim atau diterapkan.

Sebanyak 43 persen responden mengatakan mereka pernah harus mengerjakan ulang hasil AI yang tidak sesuai. Sementara itu, 39 persen menyebut pemeriksaan hasil AI memakan waktu lebih lama daripada membuat versi sendiri dari awal.

Angka lain memperlihatkan beban pengecekan ikut bertambah. Sebanyak 41 persen responden mengatakan mereka perlu lebih banyak meninjau dan memverifikasi materi sejak AI masuk ke proses kerja.

Survei Use.AI mencakup pengguna AI di tempat kerja di Inggris dan Uni Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Australia, serta Amerika Latin. Bahan sumber tidak merinci pembagian responden per wilayah, sehingga temuan tersebut menggambarkan jawaban keseluruhan, bukan perbandingan antarnegara.

Pekerjaan tanpa pemeriksaan menambah risiko kesalahan

Salah satu temuan yang menonjol adalah 34 persen responden meneruskan pekerjaan yang dibuat atau dibantu AI tanpa memeriksa isinya. Praktik ini dapat membuat dokumen yang tidak sesuai atau sulit dibaca beredar dalam alur kerja.

Masalahnya bukan sekadar mutu tulisan. Hasil AI yang keliru atau tidak cocok dengan kebutuhan tetap membutuhkan waktu manusia untuk dikenali dan dibenahi. Ketika proses pengecekan tak jelas, pekerjaan yang seharusnya dipercepat justru berpindah menjadi tugas koreksi.

Survei itu juga menemukan 58 persen responden mengatakan tidak ada aturan untuk memeriksa pekerjaan berbantuan AI. Ketiadaan pedoman dapat membuat tiap pekerja mengambil keputusan sendiri tentang kapan hasil perlu diverifikasi dan siapa yang bertanggung jawab atas koreksinya.

Bagi perusahaan, dampaknya terasa pada hitungan waktu dan mutu keluaran. Jika pekerja menghabiskan lebih lama untuk memeriksa draf daripada menyusun materi sendiri, klaim efisiensi AI perlu dinilai dari keseluruhan proses, bukan dari kecepatan menghasilkan teks pertama.

Pengawasan menentukan manfaat AI di kantor

Temuan Use.AI menyoroti jarak antara kemampuan membuat materi dengan cepat dan kemampuan menghasilkan materi yang siap dipakai. Perusahaan yang mengadopsi AI tetap membutuhkan pemeriksaan atas akurasi dan kesesuaian hasil, terutama sebelum dokumen diteruskan atau dipakai sebagai dasar pekerjaan berikutnya.

Riset itu tidak menyatakan bahwa AI selalu menurunkan produktivitas. Sebagian besar responden justru mengakui kemudahan dalam membuat dokumen, memo, dan kode. Namun, hasil positif tersebut hadir bersamaan dengan kebutuhan revisi yang cukup besar menurut jawaban para pengguna.

Karena itu, penghematan waktu sebaiknya tidak diukur hanya dari berapa cepat AI membuat draf. Waktu yang tersita untuk meninjau, memverifikasi, dan mengulang pekerjaan juga masuk dalam perhitungan. Tanpa proses pemeriksaan yang jelas, keluaran yang tampak selesai dapat menambah beban bagi rekan kerja berikutnya.

Use.AI menyebut hasil penelitiannya tersedia secara daring. Data survei itu memperlihatkan pertanyaan yang perlu dijawab organisasi saat memakai AI: siapa yang meninjau hasil, dan bagaimana kesalahan diperbaiki sebelum pekerjaan diteruskan.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 20 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis