Selasa, 20 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Bakal Lebih Wajar Usai Saham HSC Dikeluarkan? Ini Kata Analis

IHSG Bakal Lebih Wajar Usai Saham HSC Dikeluarkan? Ini Kata Analis
Saham kategori HSC akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG, tetapi tetap dapat diperdagangkan di bursa

Perubahan hitungan indeks belum tentu mengubah perilaku harga saham. Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG, tetapi para analis menilai dampaknya bergantung pada pembenahan pasar yang menyertainya.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebut ada 80 saham yang masuk kategori HSC berdasarkan data hingga 13 Oktober 2026. Saham itu tetap bisa diperdagangkan di bursa; yang berubah hanya pengaruhnya terhadap pergerakan IHSG. BEI belum mengumumkan waktu efektif penerapan kebijakan.

Menurut data yang disampaikan BEI dan diberitakan sejumlah media, saham HSC mencakup sekitar 18 persen dari IHSG. Angka itu memberi gambaran besarnya bobot yang akan dikeluarkan dari perhitungan indeks, meski tidak berarti saham-saham tersebut dihapus dari pencatatan atau perdagangan.

Pengaruh ke IHSG belum menjamin harga wajar

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta menilai langkah BEI sebagai bagian dari pembenahan struktural pasar modal. Ia melihat perubahan itu dapat membantu indeks mencerminkan kondisi pasar secara lebih representatif, terutama ketika investor menilai transparansi kepemilikan dan ketersediaan saham publik.

“Langkah ini juga relevan di tengah sorotan MSCI terhadap aspek investabilitas, transparansi kepemilikan saham, dan ketersediaan saham yang benar-benar dapat diperdagangkan oleh investor publik,” kata Nafan kepada kumparan, Selasa (20/10).

Namun, pengeluaran dari indeks tidak dengan sendirinya membuat valuasi atau harga saham menjadi lebih wajar. Nafan mengatakan harga tetap terbentuk melalui penawaran dan permintaan, likuiditas, keterbukaan informasi, serta efektivitas pengawasan dan penegakan aturan.

Ia menilai kebijakan indeks perlu berjalan bersama peningkatan free float, keterbukaan informasi pemegang saham, dan pengawasan terhadap dugaan manipulasi. Tanpa perbaikan pada unsur-unsur itu, perubahan komposisi IHSG hanya mengubah cara indeks bergerak, bukan seluruh kondisi yang mendasarinya.

Bagi investor, perbedaan ini penting. Saham HSC tetap dapat dibeli dan dijual di bursa, tetapi pergerakannya tidak lagi masuk dalam hitungan IHSG setelah kebijakan berlaku. Karena itu, perubahan indeks tidak sama dengan perubahan status perdagangan saham, dan investor perlu membedakan keduanya saat membaca pergerakan pasar.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair