Model berkendara NovaSpark baru dibuka untuk uji beta privat ketika upaya pencurian data mulai terjadi. Startup teknologi otomotif IQ.Lvbs mengklaim permintaan pertama ke sistemnya berasal dari alamat IP yang ditetapkan untuk Comma.ai, pesaing yang perangkat kameranya dibutuhkan untuk menjalankan model tersebut.
Dalam unggahan blog yang dikutip The Register, IQ.Lvbs menyebut serangan berlangsung pada 7 hingga 14 Oktober 2026. Perusahaan itu menuduh pelaku berusaha mengambil NovaSpark, mengakses perangkat pengguna dan berkas berkendara privat, serta mengeksploitasi sistem masuk akun. Tuduhan tersebut belum mendapat tanggapan dari Comma.ai maupun Harald Schäfer, CTO perusahaan itu.
Klaim serangan siber muncul setelah beta NovaSpark
IQ.Lvbs memperkenalkan NovaSpark pada 3 Oktober melalui kanal Discord Comma.ai. Model itu merupakan model pertama untuk aplikasi IQ.Pilot dan memerlukan perangkat kamera Comma.ai yang dirancang untuk kendaraan swakemudi.
Menurut perusahaan, permintaan awal yang dianggap mencurigakan datang dari IP yang ditetapkan kepada Comma.ai Inc. IQ.Lvbs juga mengatakan timnya dikeluarkan dari kanal Discord Comma.ai pada 8 Oktober, tak lama setelah dugaan serangan dimulai. Unggahan di kanal Discord IQ.Pilot menunjukkan sejumlah penguji beta privat mereka juga dilarang mengakses kanal itu.
Rangkaian klaim tersebut belum membuktikan siapa yang mengendalikan permintaan dari alamat IP itu atau apakah Comma.ai terlibat. Alamat IP dapat menjadi petunjuk dalam penelusuran insiden, tetapi atribusi pelaku memerlukan bukti yang menghubungkan aktivitas teknis dengan orang atau organisasi tertentu.
IQ.Lvbs menyatakan telah menerbitkan data log untuk mendukung keterangannya. Dalam log itu, perusahaan menandai nama pengguna haraschax sebagai salah satu akun yang terkait dengan alamat IP Comma.ai. Schäfer menggunakan nama pengguna tersebut di GitHub.
Namun, bahan yang tersedia tidak menjelaskan secara independen bagaimana perusahaan menghubungkan akun, alamat IP, dan upaya akses yang dituduhkan.
Perselisihan juga menyangkut asal-usul model AI
Di luar persoalan keamanan, kedua pihak tampak berselisih soal cara NovaSpark dibuat. Pesan Discord bertanggal 7 Oktober 2026 dari akun Torq_boi, yang disebut sebagai milik Schäfer, menyiratkan bahwa NovaSpark merupakan hasil distilasi dari model Rebellious Hope milik Comma.ai.
Dalam pesan itu, penulis menyatakan mendukung eksperimen dan pelatihan model, tetapi menilai klaim bahwa NovaSpark bukan penyempurnaan model Comma.ai tidak benar. IQ.Lvbs membantah tuduhan tersebut dan menyatakan modelnya dikembangkan secara mandiri.
“The claim that NovaSpark is Rebellious Hope with a short fine-tune and an unchanged policy does not survive scrutiny, and we’re not sure how Comma came to that conclusion, especially considering that they do not possess NovaSpark’s model weights or ONNX,” kata IQ.Lvbs dalam pernyataan yang dikutip The Register.
Cat, desainer UI/UX yang menjadi salah satu dari tiga orang di balik IQ.Lvbs, mengatakan kepada The Register bahwa NovaSpark lebih maju daripada model kecil dan besar terbaru Comma.ai. Menurut Cat, persaingan kemampuan model menjadi alasan mereka mengembangkan NovaSpark. Pernyataan itu merupakan penilaian dari pihak IQ.Lvbs, bukan hasil pengujian independen yang disertakan dalam bahan sumber.
Dampaknya menyentuh pengguna perangkat dan pengembang
Bagi penguji beta, tuduhan akses ke perangkat serta berkas berkendara privat menimbulkan pertanyaan praktis tentang keamanan data yang dikumpulkan selama pengujian.
Namun, IQ.Lvbs belum merinci dalam bahan yang tersedia apakah ada data pengguna yang benar-benar diambil atau perangkat yang berhasil diakses. Karena itu, dugaan upaya pencurian belum dapat disamakan dengan bukti kebocoran yang terkonfirmasi.
Perselisihan ini juga memperlihatkan ketergantungan pengembang aplikasi kendaraan pada perangkat dan komunitas perusahaan lain. IQ.Lvbs memperkenalkan modelnya di kanal Comma.ai karena NovaSpark memerlukan perangkat kamera perusahaan tersebut.
Ketika akses kanal dan model diperdebatkan, pengembang kecil berpotensi menghadapi hambatan untuk menguji produk di ekosistem yang juga menjadi tempat mereka bersaing.
Comma.ai sedang diselidiki National Highway Traffic Safety Administration untuk menilai apakah teknologi otomasi berkendaranya berkontribusi terhadap lima kecelakaan dan tiga kematian. Penyelidikan itu merupakan konteks terpisah; bahan sumber tidak mengaitkannya dengan dugaan serangan terhadap IQ.Lvbs.
The Register melaporkan bahwa Comma.ai dan Schäfer tidak menanggapi permintaan komentar yang dikirim ke beberapa alamat. Akun Torq_boi juga tidak membalas pesan langsung yang meminta tanggapan. IQ.Lvbs mengatakan sedang meninjau pilihan hukum dan mempertimbangkan melibatkan pihak berwenang.
Langkah itu akan menentukan ke mana tuduhan yang saat ini bertumpu pada klaim perusahaan dan data log tersebut dibawa berikutnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.