Rabu, 21 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Kaji Merger SpaceX – Tesla, Elon Musk Bidik Sinergi AI, Cip, Robotika

Kaji Merger SpaceX – Tesla, Elon Musk Bidik Sinergi AI, Cip, Robotika
Kaji Merger SpaceX – Tesla, Elon Musk Bidik Sinergi AI, Cip, Robotika

Merger SpaceX dan Tesla berpotensi menyatukan pengembangan AI, cip, robotika, dan teknologi antariksa, dengan dampak pada arah bisnis kedua perusahaan milik Elon Musk. Namun, pemegang saham belum bisa menganggap penggabungan itu pasti terjadi: komite khusus masing-masing perusahaan masih membahasnya dan belum menyepakati ketentuan transaksi.

Dalam konferensi pendapatan pada Selasa, Musk menyatakan mendukung gagasan tersebut. Reuters mengutip pernyataannya pada Rabu (21/10): “Saya pikir ini ide yang bagus, tetapi keputusan sepenuhnya bergantung pada komite khusus dari masing-masing perusahaan.” Jika kesepakatan tercapai, pemegang saham SpaceX dan Tesla tetap harus memberi persetujuan.

Merger SpaceX dan Tesla masih dalam pembahasan

Komite khusus yang dibentuk kedua perusahaan terdiri dari direktur independen. Pembentukan komite itu dilakukan atas permintaan pemegang saham. Musk mengatakan dirinya memiliki konflik kepentingan, sehingga tidak dapat ikut dalam pembahasan komite.

Belum ada rincian transaksi yang disepakati. Dukungan Musk menunjukkan bahwa ia melihat peluang kolaborasi, tetapi tidak dengan sendirinya menjadi keputusan perusahaan. Prosesnya masih bergantung pada hasil kajian komite dan persetujuan pemegang saham.

Gagasan merger ini menarik karena SpaceX dan Tesla bergerak di bidang berbeda, tetapi punya sejumlah area yang menurut Musk dapat dipadukan. Ia menyebut pengembangan perangkat lunak AI, desain cip, robotika, konektivitas, serta sistem transportasi antariksa untuk membawa muatan ke orbit.

Bagi bisnis kedua perusahaan, penggabungan dapat membuka jalan untuk menghubungkan kemampuan komputasi dan manufaktur dengan infrastruktur antariksa. Namun, manfaat itu masih berupa potensi yang disampaikan Musk, bukan hasil kerja sama yang sudah diputuskan. Belum ada ketentuan merger yang diumumkan.

Pendapatan AI SpaceX tumbuh, belanja modal ikut naik

Pembahasan berlangsung saat bisnis AI SpaceX mencatat pertumbuhan pendapatan. Reuters melaporkan pendapatan perusahaan pada kuartal ketiga mencapai sekitar US$ 14,6 miliar, naik 161% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. SpaceX juga membukukan laba bersih US$ 4,4 miliar, berbalik dari kerugian US$ 1,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan bisnis AI meningkat hampir sepuluh kali lipat menjadi US$ 7,56 miliar. Sebagian besar berasal dari penyewaan kapasitas pusat data kepada pengembang AI, termasuk Anthropic, Google, dan Reflection AI.

Perubahan ini memperluas gambaran bisnis SpaceX yang sebelumnya banyak dikenal lewat layanan internet satelit Starlink. Bahan laporan menyebut perusahaan kini juga menjalankan bisnis AI, platform media sosial X, dan pengembangan infrastruktur pusat data. Ekspansi komputasi tersebut membutuhkan investasi besar.

Belanja modal SpaceX meningkat hampir tiga kali lipat menjadi US$ 19,6 miliar pada kuartal ketiga. Perusahaan memperkirakan belanja modal kuartal keempat mencapai US$ 35 miliar hingga US$ 40 miliar. Angka ini memberi konteks penting bagi pembahasan merger: sinergi teknologi yang dijanjikan datang bersama kebutuhan pendanaan infrastruktur yang besar.

Terafab dan Starship masuk dalam potensi sinergi

Salah satu bidang yang disebut Musk ialah Terafab, perusahaan patungan manufaktur cip SpaceX dan Tesla. Musk mengatakan Terafab dijadwalkan memproduksi cip uji pertama sekitar Mei atau Juni 2027. Produksi massal ditargetkan dimulai pada kuartal ketiga 2028.

Rencana itu menunjukkan bahwa pembicaraan merger bersinggungan dengan kebutuhan cip untuk pengembangan AI dan perangkat lain. Namun, jadwal Terafab yang disampaikan Musk merupakan target, bukan tanda bahwa produksi sudah dimulai. Komite khusus juga belum menetapkan apakah dan bagaimana proyek tersebut akan masuk ke dalam struktur transaksi.

Kolaborasi lain yang berpotensi dibahas menyangkut robotika serta transportasi antariksa. SpaceX sedang mengembangkan Starship, sistem roket generasi baru yang dapat digunakan kembali. Perusahaan berharap sistem itu mendukung peluncuran satelit Starlink berkapasitas lebih besar dan infrastruktur komputasi AI di orbit.

Starship belum memasuki layanan komersial. Karena itu, peluang menghubungkan teknologi roket dengan kebutuhan komputasi masih bergantung pada pengembangan sistem tersebut, selain keputusan tentang merger.

Bagi industri, gagasan ini memperlihatkan ambisi mengaitkan pusat data, cip, dan akses ke orbit dalam satu ekosistem; bagi pemegang saham, tahap berikutnya tetap menunggu keputusan komite dan persetujuan transaksi.

Kabar pembahasan merger juga diikuti pergerakan saham setelah jam bursa. Reuters menyebut saham SpaceX naik sekitar 8% dalam perdagangan di luar jam bursa setelah kabar itu mencuat, sedangkan saham Tesla naik 1,8%. Pergerakan tersebut terjadi ketika ketentuan transaksi belum disepakati dan hasil pembahasan masih terbuka.

Musk menegaskan keputusan bukan berada di tangannya. “Saya pikir ini ide yang bagus, tetapi keputusan sepenuhnya bergantung pada komite khusus dari masing-masing perusahaan,” kata CEO Tesla dan SpaceX itu dalam konferensi pendapatan, sebagaimana dikutip Reuters.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 21 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis