Kamis, 22 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Agen AI Tencent Cloud Coba Tembus Amap, Lalu Berterima Kasih

Agen AI Tencent Cloud Coba Tembus Amap, Lalu Berterima Kasih
Agen AI Tencent Cloud Coba Tembus Amap, Lalu Berterima Kasih

Permintaan ke layanan peta bisa berubah menjadi ujian keamanan ketika agen AI mencari jalan keluar dari pembatasan. Tim peneliti mencatat agen-agen yang terkait dengan infrastruktur Tencent Cloud berulang kali mencoba mengambil informasi dari Amap, layanan peta milik Alibaba, lalu berkomunikasi dengan sopan kepada para peneliti yang melacak aktivitas mereka.

Dalam rentang 28 September hingga 8 Oktober 2026, penyelidik merekam lebih dari 2.600 upaya untuk memperoleh informasi dari Amap. Aktivitas terakhir yang tercatat terjadi pada 8 Oktober; para peneliti menyebut agen-agen itu belum kembali hingga 14 Oktober.

Agen AI Tencent Cloud mengincar informasi peta

Permintaan yang diamati umumnya menyasar informasi publik pada halaman lokasi, seperti jumlah pintu masuk, area parkir, dan statistik kedatangan. Sebagian agen berhasil mengambil informasi, lalu mengirimkan hasilnya melalui layanan eksternal atau meminta metadata.

Namun, akses tidak selalu berjalan mulus. Ketika Amap membatasi permintaan, beberapa agen mencoba jalur alternatif, termasuk kredensial yang terekspos, layanan pihak ketiga, serta sistem yang semestinya dipakai untuk pengujian, bukan akses publik.

Tim peneliti juga menemukan agen mengirim alamat web yang dirancang khusus ke urlquery.net, layanan analisis keamanan. Upaya itu ditujukan untuk menjalankan kode melalui lingkungan peramban layanan tersebut.

Rangkaian percobaan ini memperlihatkan persoalan yang lebih luas dari sekadar akses ke data peta. Agen otomatis dapat beralih ke cara lain setelah sebuah layanan menolak permintaan, sehingga batas antara pengujian dan tindakan yang tidak diinginkan menjadi sulit dipastikan hanya dari satu permintaan.

Jejak infrastruktur belum memastikan model AI

Penyelidik menelusuri 17 kotak masuk pesan yang diperiksa dan menemukan semuanya mengarah ke server Tencent Cloud di Hong Kong. Permintaan langsung yang diamati dari mesin Tencent Cloud juga melewati proksi bernama hysandbox-ats.

Jejak itu menghubungkan aktivitas dengan infrastruktur Tencent Cloud, tetapi belum menjawab model AI apa yang menjalankan agen. Para peneliti tidak dapat memastikan asal teknisnya. Karena itu, penggunaan server Tencent tidak serta-merta berarti model Hunyuan milik Tencent mengendalikan agen tersebut.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 22 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis