SURABAYA — Produk kriya bisa membawa karakter dan kebudayaan lokal ke hadapan wisatawan. Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyebut UMKM kriya berpotensi memperkuat pariwisata Indonesia, terutama ketika produknya menarik minat pasar internasional.
Pernyataan itu disampaikan Bambang dalam kegiatan pengembangan sumber daya lokal untuk usaha kreatif berbasis kriya di Surabaya, Sabtu. Sebanyak 70 peserta mengikuti pelatihan membuat tas dari eceng gondok yang diinisiasi Komisi VII DPR RI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif.
Produk kriya membawa identitas lokal
Pelatihan tersebut mendorong peserta mengolah tanaman yang selama ini dianggap gulma menjadi produk bernilai ekonomi. Tas berbahan eceng gondok menjadi contoh pemanfaatan bahan lokal untuk menghasilkan barang kreatif, sekaligus memperlihatkan bagaimana sumber daya di sekitar dapat masuk ke kegiatan usaha.
“Kriya ini sebagai pendukung pariwisata. Dengan produk yang memiliki karakter sendiri, kebudayaan kita akan terlihat dan masyarakat internasional juga akan menyukainya,” kata Bambang Haryo.
Hubungan kriya dan pariwisata hadir lewat produk yang membawa ciri daerah. Bagi wisatawan, barang kerajinan dapat menjadi bagian dari pengalaman mengenal kebudayaan setempat. Bagi pelaku usaha, keterkaitan itu membuka peluang agar produk lokal ikut memperoleh perhatian dari pasar yang lebih luas.
Bambang mengatakan UMKM kriya termasuk tiga besar subsektor ekonomi kreatif, setelah kuliner dan fesyen. Posisi itu, menurut dia, membuat dukungan bagi pelaku usaha penting agar potensi kriya dapat berkembang dan produknya mampu bersaing.
Pendampingan dibutuhkan untuk memperluas pasar
Ia menilai pelaku UMKM memerlukan pendampingan dalam akses permodalan, pengelolaan usaha, sertifikasi, dan pemasaran. Dukungan pada aspek-aspek tersebut berkaitan langsung dengan kemampuan usaha mengembangkan produk dan menjangkau konsumen di luar pasar yang sudah mereka miliki.
Bagi industri pariwisata, produk kriya yang mengangkat budaya lokal dapat memperkaya pilihan produk kreatif di daerah tujuan wisata. Dampaknya bagi pelaku usaha bukan sekadar kesempatan menjual barang kepada pengunjung. Produk yang terkelola dan dipasarkan dengan baik juga berpeluang memperkenalkan identitas daerah kepada pasar yang lebih luas.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.