Minggu, 25 Oktober 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Carissa Perusset Ungkap Tantangan Syuting GJLS: Berapi-Api, Akui Sulit Menahan Tawa

Carissa Perusset Ungkap Tantangan Syuting GJLS
Carissa Perusset Ungkap Tantangan Syuting GJLS: Berapi-Api, Akui Sulit Menahan Tawa. (Ilustrasi: AI)

SURABAYA — Carissa Perusset harus menjaga wajah tetap serius saat syuting film komedi aksi GJLS: Berapi-Api, meski lawan mainnya melontarkan adegan-adegan kocak. Tantangan itu berpadu dengan perannya sebagai komandan pemadam kebakaran yang tegas dalam film produksi Amadeus Sinemagna tersebut.

Film ini menggelar special screening di Royal XXI Surabaya pada Sabtu (24/10). Tim produksi membawa film itu ke sejumlah kota untuk menjangkau penonton di luar komunitas penggemar GJLS. Setelah Surabaya, mereka dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Malang untuk gala premiere.

Di layar, Carissa memerankan Komandan Bondan, pemimpin Regu Algojo Api. Tokohnya bertanggung jawab mengawasi prosedur operasional dan melatih trio GJLS yang dimainkan Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir. Sikap disiplin Bondan memberi kontras dengan kekacauan komedi yang dibawa para anggota baru.

Carissa Perusset dan tantangan menjaga karakter

Informasi mengenai tantangan Carissa menahan tawa tercermin dari sudut pemberitaan yang mengangkat pengalaman syutingnya. Peran Bondan menuntutnya tampil tegas, sementara suasana komedi film bertumpu pada interaksi para pemain. Kontras itu menjadi tantangan akting yang khas: menjaga karakter tetap meyakinkan tanpa menghilangkan kelucuan adegan.

Film ini juga menempatkan tokoh perempuan sebagai bagian penting dari regu pemadam. Selain Carissa, Aurra Kharisma memerankan instruktur fisik, sedangkan Indira Ayu Maharani atau Inayma berperan sebagai personel yang piawai menggunakan alat berat dan menyusun strategi evakuasi. Ketiganya hadir dalam unit yang digambarkan tangguh dan disiplin.

Dari lima personel Regu Algojo Api, tiga merupakan perempuan. Mereka bukan hanya mendampingi tokoh utama, tetapi juga memimpin, memberi instruksi, dan mengambil keputusan saat menghadapi situasi darurat. Peran tersebut mengubah dinamika cerita sekaligus menyediakan ruang komedi ketika trio GJLS berusaha menyesuaikan diri dengan aturan regu.

GJLS: Berapi-Api ingin menjangkau penonton baru

Co-producer Fiqi Wandiya Septa Pratama mengatakan film ini melanjutkan GJLS: Ibuku Ibu-Ibu, tetapi tim ingin memperluas sasaran penontonnya. Film terdahulu, menurut dia, lebih mudah dinikmati orang yang sudah mengenal grup GJLS. Kali ini, pembuat film berharap komedi Rigen, Rispo, dan kawan-kawan tetap dapat dipahami oleh penonton umum.

“Untuk GJLS: Ibuku Ibu-Ibu itu sebetulnya segmented penontonnya. Jadi, yang bisa menikmati rata-rata GJLSer. Nah, di GJLS: Berapi-Api ini, kami ingin penonton di luar GJLSer juga paham betul tentang komedi-komedi dari Rigen, Rispo, dan kawan-kawan,” kata Fiqi saat ditemui di Surabaya.

Perluasan sasaran itu penting bagi film yang berangkat dari popularitas kelompok komedi. Penonton baru perlu bisa mengikuti cerita tanpa harus memahami semua rujukan internal atau mengenal karakter GJLS sebelumnya. Kehadiran regu pemadam, misi, dan konflik di tempat kerja memberi kerangka cerita yang dapat dikenali lebih luas, sementara humor para pemain tetap menjadi daya tarik utama.

Fiqi menyebut sambutan penonton dalam special screening Surabaya positif. Namun, ia tidak menetapkan angka target yang disampaikan kepada publik. Tim produksi memilih menyerahkan penilaian dan pencapaian film kepada penonton.

“Kami sebagai filmmaker ingin sekali diapresiasi dengan hasil karya kami. Akhirnya, untuk ekspektasi dan target, kami serahkan saja ke penonton. Apa pun hasilnya, kami bersyukur,” ujarnya.

Roadshow film berlanjut ke Malang

Sebelum tiba di Surabaya, rangkaian roadshow telah singgah di Sukabumi, Bandung, Sumedang, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, dan Kediri. Sesudah agenda Surabaya, tim bergerak ke Malang untuk menggelar gala premiere.

Rangkaian pemutaran itu memberi kesempatan bagi penonton di berbagai kota untuk menyaksikan film sebelum agenda berikutnya. Bagi tim produksi, respons langsung dari penonton juga menjadi bagian dari perjalanan memperkenalkan cerita yang kali ini menggabungkan komedi kelompok dengan latar kerja pemadam kebakaran.

Fiqi mengatakan pihaknya bersyukur atas sambutan di Surabaya, tetapi menyerahkan ekspektasi dan target kepada masyarakat. “Apa pun hasilnya, kami bersyukur,” ujarnya.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 24 Oktober 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir