PANGANDARAN — Kebakaran menghanguskan tujuh rumah warga di Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Anggota DPRD Jawa Barat Tina Wiryawati menyalurkan beras dan kebutuhan pokok kepada keluarga terdampak pada 14 Oktober 2026.
Bantuan itu diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang kehilangan tempat tinggal. Seusai kebakaran, keluarga terdampak juga harus membersihkan sisa-sisa kebakaran sambil menata kembali kehidupan mereka.
Tina menyampaikan keterangan tersebut di Kuningan, Jawa Barat, pada Sabtu. Ia mengatakan bantuan pangan diharapkan menopang kebutuhan konsumsi warga selama masa pemulihan pascakebakaran.
Bantuan pangan untuk kebutuhan mendesak
Rumah yang hangus membuat warga menghadapi persoalan langsung: tempat tinggal mereka hilang, sementara kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi. Dalam situasi itu, beras dan bahan pokok dapat membantu menjaga ketersediaan pangan ketika warga mulai membereskan dampak kebakaran.
Menurut Tina, penyaluran bantuan menjadi salah satu bentuk dukungan bagi keluarga yang sedang menjalani pemulihan. Bantuan diserahkan langsung kepada warga terdampak, dengan harapan meringankan beban mereka setelah kehilangan rumah.
Dampaknya terasa pada kebutuhan sehari-hari. Keluarga yang rumahnya terbakar bukan hanya perlu membersihkan lokasi, tetapi juga mengatur kembali kegiatan rumah tangga tanpa tempat tinggal yang sebelumnya mereka gunakan. Bantuan bahan pangan memberi dukungan praktis di tengah proses tersebut, meski kebutuhan pemulihan warga dapat berlanjut setelah penyaluran sembako.
Tokoh masyarakat Desa Legokjawa, Itoh, menyebut bantuan sembako sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga korban. Ia mengatakan ketersediaan bahan pangan menjadi persoalan mendesak bagi warga yang menghadapi dampak kebakaran dan kerugian materiil.
Warga berharap bantuan berlanjut
Warga juga masih membersihkan sisa kebakaran sembari memenuhi kebutuhan keluarga masing-masing. Pekerjaan itu berlangsung pada saat mereka harus menata ulang kehidupan setelah rumah hangus. Bagi keluarga terdampak, kebutuhan pangan menjadi bagian dari pemulihan yang harus ditangani segera.
Dalam keterangannya, Tina mengatakan, “Bantuan berupa beras dan sejumlah kebutuhan pokok tersebut diserahkan langsung kepada warga pada 14 Oktober 2026 untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kebakaran.”
Itoh berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus disalurkan sesuai kebutuhan warga. Ia menilai bantuan pangan membantu keluarga melewati masa sulit, terutama saat persediaan kebutuhan dasar menjadi perhatian utama.
“Bantuan beras dan kebutuhan pokok ini sangat berarti bagi warga yang sedang menghadapi musibah. Saat ini, kebutuhan pangan menjadi salah satu hal yang paling mendesak,” kata Itoh.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.