Sabtu, 24 Oktober 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Irau Malinau ke-12 Siap Digelar, 190 UMKM Ramaikan HUT ke-27

Irau Malinau ke-12 dengan tenda UMKM di Lapangan Pro Sehat
Area tenda UMKM untuk Irau Malinau ke-12 di Lapangan Pro Sehat Padan Liu’ Burung. (Ilustrasi: AI)

MALINAU — Irau Malinau ke-12 berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 hingga 26 Oktober 2026, dengan partisipasi 190 UMKM. Pemerintah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, menggelar acara ini untuk memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Malinau.

Perhelatan dipusatkan di Lapangan Pro Sehat Padan Liu’ Burung, Malinau Kota. Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Ernes Silvanus menyatakan persiapan sudah memasuki tahap finalisasi.

“Ini tinggal finalisasi kebersihan, termasuk dekorasi panggung. Prinsipnya kita sudah siap melaksanakan Irau Malinau ke-12,” ujar Ernes di Malinau, Senin.

Irau Malinau ke-12 masuk kalender KEN 2026

Penyelenggaraan tahun ini memiliki durasi lebih singkat dibanding pelaksanaan sebelumnya. Irau Malinau masuk dalam 125 event di kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata. Ernes mengatakan kerja sama dengan KEN menjadi salah satu pertimbangan acara digelar selama tujuh hari.

“Memang pada Irau tahun 2026 ini kita sudah bekerja sama dengan KEN Kementerian Pariwisata, jadi kita hanya tujuh hari melaksanakan Irau,” katanya.

Perubahan durasi itu turut memengaruhi penataan kegiatan dan ruang bagi pelaku usaha. Tahun ini panitia tidak menyediakan stan pameran. Area stan hanya diperuntukkan bagi UMKM, dengan jumlah peserta yang dibatasi sebanyak 190.

Pembatasan itu berbeda dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, ketika jumlah UMKM mencapai 600 dan stan meluas hingga badan jalan. Kali ini, stan ditempatkan di area lapangan agar tidak meluber ke jalan. Ernes menyebut jumlah peserta disesuaikan dengan lama pelaksanaan acara.

Bagi warga dan pelaku usaha setempat, pengaturan tersebut menentukan bagaimana kegiatan berlangsung di sekitar lokasi. Peserta UMKM tetap mendapat ruang untuk menawarkan produk, sementara stan dibatasi di dalam lapangan. Dengan begitu, perhelatan budaya dan aktivitas dagang berlangsung dalam area yang sudah ditetapkan panitia.

Panitia siapkan tenda dan partisipasi gratis

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malinau Sergius mengatakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyiapkan 35 tenda bagi UMKM. Tenda itu terutama ditujukan untuk pelaku ekonomi kreatif, termasuk perajin manik, batik, dan rotan.

Dari jumlah yang tersedia, 18 tenda akan digunakan UMKM ekonomi kreatif. Sebanyak 17 tenda lainnya dialokasikan bagi UMKM kuliner berdasarkan urutan pendaftaran pertama hingga ke-17.

Pelaku usaha di luar kuota tenda yang disiapkan masih dapat berpartisipasi dengan membawa tenda sendiri. Panitia menetapkan warna tenda putih dan biru agar seragam dengan arahan penyelenggara.

Sergius menegaskan tidak ada biaya partisipasi yang dibebankan kepada UMKM. “Puji Tuhan, Bapak Bupati menegaskan agar tidak meminta UMKM membayar sepeser pun untuk kegiatan ini. Karena kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Malinau,” ujarnya.

Rangkaian acara juga mencakup pagelaran budaya dari berbagai etnis dan paguyuban di Malinau, lomba olahraga tradisional, serta karnaval budaya yang direncanakan diikuti puluhan ribu peserta. Ernes mengatakan panitia telah mengajak pimpinan daerah, lembaga adat, dan paguyuban untuk hadir dalam perayaan tersebut.

Di tengah pembatasan jumlah stan, agenda budaya tetap menjadi bagian utama Irau. Panitia menempatkan 190 UMKM di area lapangan dan menyediakan 35 tenda, dengan partisipasi yang dinyatakan gratis.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda