JAKARTA — Pertamina menambah pasokan BBM, memperkuat distribusi ke SPBU, dan memperpanjang jam operasional untuk menjaga ketersediaan bahan bakar di berbagai daerah. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan tiga komitmen layanan itu dalam keterangan resmi pada Sabtu (24/10/2026).
Perusahaan juga menyiapkan tambahan mobil tangki dan petugas SPBU, serta layanan pengisian BBM dalam kemasan langsung ke kendaraan konsumen. Rangkaian langkah ini ditujukan untuk menjaga stok sekaligus memperbaiki pelayanan di lapangan.
Strategi Pertamina jaga ketersediaan BBM
Dalam penjelasan Simon, langkah pertama berfokus pada pasokan dan distribusi. Pertamina akan menambah pasokan BBM serta memperkuat keandalan penyalurannya sampai ke setiap SPBU, dengan harapan stok di tiap daerah tetap terjaga.
Langkah berikutnya menyasar operasional. Pertamina menambah jam layanan SPBU, mobil tangki, dan petugas agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih optimal. CNN Indonesia juga melaporkan penguatan operasional dari terminal BBM hingga proses pelayanan di SPBU, tetapi keterangannya menyebut penambahan dilakukan pada kondisi tertentu.
Perbedaan penekanan itu tidak mengubah pokok rencana: kapasitas operasional dapat diperkuat untuk mendukung kelancaran pasokan. Bahan yang tersedia tidak merinci SPBU atau wilayah mana yang akan mendapat tambahan jam layanan maupun jumlah armada dan petugas yang disiapkan.
Komitmen ketiga berupa layanan tambahan sesuai kebutuhan lapangan. Bentuknya mencakup penambahan titik layanan melalui SPBU modular serta pengisian BBM dalam kemasan yang dibawa langsung ke kendaraan konsumen di SPBU.
Dampak bagi konsumen dan distribusi
Bagi konsumen, ketersediaan stok di SPBU dan kelancaran pengisian menjadi dampak yang paling langsung. Tambahan mobil tangki dan penguatan distribusi dapat membantu menjaga aliran pasokan ke titik penjualan, sementara jam layanan yang lebih panjang memberi ruang operasional tambahan bagi masyarakat yang membutuhkan BBM.
Layanan pengisian dalam kemasan juga memberi pilihan pelayanan di lokasi SPBU. Namun, keterangan Pertamina tidak menjelaskan cakupan, jadwal, ataupun ketentuan teknis layanan itu. Karena itu, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh SPBU akan menyediakan layanan yang sama.
Penguatan pasokan dan layanan tersebut penting karena gangguan pada salah satu mata rantai distribusi dapat memengaruhi ketersediaan BBM di tingkat konsumen. Pertamina menyatakan akan menjaga keandalan pasokan di seluruh Indonesia, tetapi tidak mencantumkan target volume tambahan atau periode pelaksanaan dalam bahan keterangan yang tersedia.
Koordinasi dengan pemerintah dan aparat
Pertamina menyebut pelaksanaan upaya itu akan melibatkan pemerintah pusat dan daerah, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta elemen masyarakat terkait. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung keandalan pasokan dan kelancaran distribusi energi.
Dalam keterangan yang dimuat CNN Indonesia, Simon juga menjelaskan penambahan jam operasional dapat dimulai dari terminal BBM hingga pelayanan kepada masyarakat. Rincian ini memberi gambaran bahwa penguatan layanan tidak hanya berlangsung di SPBU, tetapi juga mencakup tahapan pasokan sebelum BBM sampai ke konsumen.
Sumber pembanding lain, Antara Lampung, melaporkan langkah pasokan yang berbeda cakupan, yakni penguatan Pertalite di Lampung. Berita itu menyebut kapal MT BALVENIE membawa sekitar 15.146.179 liter Pertalite dan bersandar di Jetty 2 Integrated Terminal (IT) Panjang pada Jumat (23/10).
Informasi tersebut khusus untuk wilayah Lampung, bukan angka tambahan pasokan nasional, sehingga tidak dapat disamakan dengan komitmen operasional Pertamina yang disampaikan Simon.
Pertamina menempatkan perusahaan sebagai badan usaha milik negara yang bertugas menyediakan BBM bagi masyarakat. Simon menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat serta kerja sama pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, dan pihak lain yang membantu kelancaran distribusi.
“Kami memahami bahwa ketersediaan BBM harus selalu terjaga, dan sebagai bentuk perbaikan layanan kami kepada masyarakat, ada tiga komitmen strategis yang kami jalankan,” ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam keterangan resmi, Sabtu (24/10/2026).

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.