Minggu, 25 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Balai Diklat Industri Denpasar kembangkan talenta animasi, gim dan konten digital

BDI Denpasar mengembangkan talenta animasi gim dan konten digital
Suasana pelatihan animasi dan pengembangan konten digital di ruang belajar industri. (Ilustrasi: AI)

DENPASAR — Balai Diklat Industri Denpasar mengembangkan talenta animasi, gim dan konten digital untuk memenuhi kebutuhan industri kreatif. Hingga Oktober 2026, lembaga di bawah Kementerian Perindustrian itu telah menggelar 13 pelatihan dan lokakarya yang diikuti 304 peserta.

Programnya mencakup industri kreatif digital, barista, hingga pengolahan pangan. BDI Denpasar juga menyiapkan pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi, dan inkubasi bisnis bagi calon wirausaha industri.

Pelaksana tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan lembaganya berperan menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri. Ia menyampaikan hal itu di Denpasar, Sabtu.

“Pengembangan kompetensi di BDI Denpasar diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri, khususnya bidang animasi, konten digital, pengembangan aplikasi dan gim,” ujar Adie.

Talenta digital dan kebutuhan industri

Pengembangan keterampilan itu berlangsung saat industri elektronika dan telematika tumbuh. Pada triwulan II 2026, industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik mencatat pertumbuhan 8,04 persen. Angka itu melampaui pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,32 persen.

Data tersebut memberi gambaran mengapa pelatihan yang dekat dengan kebutuhan perusahaan menjadi penting. Tenaga kerja tidak cukup hanya mengenal perangkat dan aplikasi; mereka juga perlu menguasai keterampilan yang dapat diterapkan dalam proses produksi maupun pengembangan produk digital.

BDI Denpasar menghubungkan pelatihan dengan dunia usaha melalui kemitraan bersama asosiasi industri, studio animasi, pengembang gim, rumah produksi, dan perguruan tinggi. Mitra ikut mendukung penyusunan kurikulum, pelaksanaan pelatihan, serta pemagangan. Dengan cara itu, materi belajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan kerja yang dihadapi peserta setelah pelatihan.

Sejumlah mitranya adalah Asosiasi Game Indonesia, Asosiasi Industri Animasi Indonesia, Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia, Universitas Udayana, STIKOM Bali, serta The University of Sydney, Australia. Kolaborasi ini mencakup ekosistem yang beragam, dari pendidikan hingga pelaku industri kreatif.

Fasilitas BDI Denpasar dan pelatihan kompetensi

Kepala BDI Denpasar Arga Mahendra mengatakan pihaknya terus meningkatkan mutu pelatihan berbasis kompetensi sekaligus memperluas layanan keterampilan bagi tenaga kerja industri. Sepanjang 2015 hingga Oktober 2026, BDI Denpasar telah menyelenggarakan pelatihan dengan total 16.113 peserta.

Materi yang pernah diberikan meliputi animasi 2D dan 3D, pemrograman web, pemasaran melalui media sosial, pemasaran digital, barista, serta teknologi Industrial Internet of Things (IIoT). Rentang materi itu memperlihatkan bahwa layanan lembaga tidak terbatas pada animasi dan gim, meski sektor kreatif digital menjadi salah satu fokus yang disebut Kementerian Perindustrian.

Peserta juga dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan BDI Denpasar. Di antaranya gedung animasi dan promosi, gedung desain dan fesyen, bengkel kriya atau makerspace, ruang kerja bersama, serta inkubator bisnis. Sarana tersebut mendukung praktik keterampilan dan memberi ruang bagi calon wirausaha untuk mengembangkan gagasan usaha.

Dampaknya bagi industri bergantung pada seberapa kuat hubungan antara pelatihan, sertifikasi, pemagangan, dan kebutuhan tenaga kerja. Bagi calon pekerja, jalur itu menyediakan kesempatan untuk membangun keterampilan yang lebih terarah; bagi pelaku usaha kreatif, kemitraan dan inkubasi membuka dukungan untuk menyiapkan tenaga maupun usaha baru.

Pelatihan juga menyasar pekerja migran

Program BDI Denpasar tidak hanya menyasar pekerja di sektor kreatif digital. Lembaga ini juga memberikan pelatihan bagi calon pekerja migran Indonesia di bidang perhotelan dan layanan, barista, serta bahasa Inggris. Program tersebut ditujukan untuk memperluas kesempatan kerja lewat peningkatan keterampilan.

Mutu penyelenggaraan juga menjadi bagian dari pengembangan lembaga. BDI Denpasar telah memperoleh sertifikasi SNI ISO 9001:2015 dan akreditasi sebagai lembaga penyelenggara pelatihan dari Lembaga Administrasi Negara pada 2026.

Dengan cakupan program yang merentang dari animasi hingga hospitality, catatan peserta BDI Denpasar mencapai 16.113 orang sejak 2015 sampai Oktober 2026.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 25 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis