Jumat, 16 Oktober 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Perkuat Vokasi Global, KP2MI & Kemenperin Perluas Kerja Sama Lewat SMK Go Global

Perkuat Vokasi Global, KP2MI & Kemenperin Perluas Kerja Sama Lewat SMK Go
Fasilitas pelatihan vokasi Kementerian Perindustrian disiapkan untuk mendukung calon pekerja migran

JAKARTA — Kebutuhan industri luar negeri menjadi dasar baru pelatihan calon pekerja migran Indonesia. Pada Kamis (15/10), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan Kementerian Perindustrian memperbarui kerja sama untuk memperluas pelatihan vokasi, sertifikasi, dan pengembangan Migrant Center terintegrasi melalui program SMK Go Global.

Kesepakatan itu membuka akses ke lebih banyak fasilitas pendidikan dan pelatihan di bawah Kementerian Perindustrian, tidak lagi terbatas pada sektor manufaktur. Pemerintah menargetkan calon pekerja memperoleh kompetensi yang sesuai kebutuhan pemberi kerja sebelum mengikuti proses penempatan di luar negeri.

Pembaruan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) berlangsung di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta. Menteri P2MI Mukhtarudin menyebut cakupan kerja sama kini dapat melibatkan politeknik, akademi komunitas, serta sekolah menengah kejuruan.

“Kalau dulu hanya manufaktur, sekarang akan memperluas ke semua sektor yang dimiliki oleh Balai Diklat Industri, yang dimiliki oleh perindustrian, baik itu berupa politeknik maupun akademi komunitas, dan termasuk SMK,” kata Mukhtarudin dalam keterangannya.

Pelatihan dimulai dari kebutuhan pasar

Skema yang disiapkan pemerintah menempatkan permintaan tenaga kerja sebagai titik awal. Kebutuhan calon pemberi kerja dipetakan lebih dulu, lalu pemerintah menyusun pelatihan dan kompetensi yang perlu dipenuhi peserta.

“Metodologi yang kita pakai mulai dari ada demand dulu, kemudian kompetensi yang dibutuhkan seperti apa, baru kita latih seperti apa,” ujar Mukhtarudin.

Pendekatan itu penting karena peluang kerja di luar negeri perlu diimbangi keterampilan yang cocok dengan standar dan kualifikasi negara tujuan. Tanpa kesesuaian tersebut, pelatihan berisiko tidak menjawab kebutuhan lapangan kerja. Bagi calon pekerja, penyelarasan ini dapat membuat proses peningkatan keterampilan lebih terarah sebelum mereka bersaing untuk posisi formal dan profesional.

Kerja sama juga mencakup pemetaan peluang kerja, penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi dan sertifikasi, serta pertukaran data dan informasi. Kedua kementerian akan mengembangkan Migrant Center di lingkungan Kementerian Perindustrian sebagai bagian dari sistem pelatihan yang terhubung dengan kebutuhan penempatan.

Mukhtarudin mengatakan pemerintah turut memperhatikan kualitas instruktur dan sarana praktik. Pelatihan yang sesuai kebutuhan industri, menurutnya, perlu ditopang sertifikasi agar kemampuan peserta dapat dinilai berdasarkan kualifikasi yang dibutuhkan.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 16 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online