JAKARTA — Menperin Sarmuji memperingatkan izin impor yang terlalu longgar bisa membuat industri dalam negeri sulit bertahan. Ia menyampaikan hal itu setelah memimpin rapat kerja Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) serta Direktorat Jenderal Industri Agro di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Senin (5/10).
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menekankan perlunya koordinasi lintas kementerian agar kebijakan perdagangan mempertimbangkan kemampuan produksi lokal. Menurut dia, sejumlah persoalan yang dihadapi sektor manufaktur tidak dapat ditangani Kementerian Perindustrian sendirian.
“Hubungan Kementerian Perindustrian dengan stakeholder yang lain, itu harus kita perkuat. Karena banyak problem yang penyelesaiannya itu tidak di Kementerian Perindustrian saja. Banyak problem yang justru penyelesaiannya ada di kementerian lain,” ujar Sarmuji.
Impor perlu mempertimbangkan kapasitas produksi lokal
Sarmuji mencontohkan kebijakan izin impor sebagai urusan yang membutuhkan kerja sama dengan kementerian lain, termasuk Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan. Ia menilai arus barang dari luar negeri yang tidak mempertimbangkan kapasitas produksi domestik dapat menekan pelaku industri lokal, terutama untuk jenis barang tertentu.
“Saya contoh misalkan di Kementerian Perdagangan, kalau izin impor itu terbuka sedemikian rupa tanpa ada pertimbangan untuk membatasi, pasti sektor industri dalam negeri itu pasti akan sulit bertahan untuk jenis-jenis barang-barang tertentu. Nah, itu kita membutuhkan kerja sama dengan banyak sekali stakeholder,” tegasnya.
Pesannya jelas. Kebijakan impor perlu memperhitungkan dampaknya terhadap pabrik dan usaha di dalam negeri, bukan semata kelancaran pasokan barang. Sarmuji menyebut pengawasan dan pembatasan yang terukur dapat membantu melindungi produk lokal dari persaingan barang impor.
Bagi industri, aturan yang tidak selaras dengan kapasitas produksi domestik berisiko mempersempit ruang usaha lokal. Bagi konsumen dan masyarakat, keberlanjutan kegiatan industri berkaitan dengan kemampuan pelaku usaha dalam negeri untuk terus memproduksi dan memasok barang.
Namun, bahan yang tersedia tidak memuat rincian sektor atau produk tertentu yang terdampak, sehingga besaran dampaknya belum dapat diukur dari pernyataan tersebut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.