Kapasitas pelatihan dan dukungan pembiayaan
Menteri Perindustrian Sarmuji mengatakan fasilitas BDI dapat dimanfaatkan untuk melatih calon pekerja migran yang disiapkan bersama KP2MI. Kapasitas pelatihan di lingkungan BDI mencapai 11.000 peserta per tahun. Dalam kolaborasi yang telah berjalan, sekitar 1.066 calon pekerja migran direncanakan mengikuti pelatihan.
Angka itu menggambarkan ruang pelatihan yang tersedia sekaligus kebutuhan koordinasi antara lembaga. Keterlibatan politeknik, SMK, dan akademi komunitas diharapkan memperluas akses peserta, sementara pemetaan kebutuhan kerja membantu menentukan jenis keterampilan yang perlu diajarkan.
Menurut Sarmuji, pemanfaatan fasilitas lintas kementerian menunjukkan sumber daya pemerintah dapat digunakan bersama untuk meningkatkan kualitas calon pekerja migran. Ia menekankan bahwa keterampilan tenaga kerja berpengaruh pada kesiapan penempatan dan citra Indonesia di negara tujuan.
Program penyiapan pekerja migran terampil didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan penempatan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), mengikuti mekanisme yang berlaku.
Kerja sama ini menjadi bagian dari Program Direktif Presiden Prabowo Subianto, SMK Go Global, yang diarahkan untuk meningkatkan kesiapan lulusan vokasi memasuki pasar internasional. Mukhtarudin menyebut program itu sebagai prioritas nasional yang melibatkan kementerian dan lembaga pemerintah.
Sarmuji mengingatkan bahwa pekerja yang berangkat ke luar negeri membawa reputasi Indonesia melalui keterampilan dan kinerjanya. “Pekerja yang terampil itu adalah delegasi Indonesia yang bisa membawa nama baik Indonesia. Sebaliknya, kalau kita mengirimkan pekerja yang tidak terampil, mungkin akan banyak masalah yang dihadapi,” pungkas Menteri Perindustrian Sarmuji.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.