Minggu, 25 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Menperin Ungkap Potensi Industri Animasi RI

Pelatihan industri animasi RI di ruang kerja BDI Denpasar
Pelatihan animasi dan keterampilan digital menjadi bagian dari pengembangan tenaga kerja di BDI Denpasar. (Ilustrasi: AI)

Angka-angka tersebut menggambarkan skala sektor yang menjadi konteks pengembangan keterampilan digital. Bagi industri, tenaga kompeten dibutuhkan agar kegiatan produksi dapat berjalan dan peluang investasi bisa ditopang kemampuan kerja yang sesuai. Namun, data itu merujuk pada sektor elektronika dan telematika secara luas, bukan angka khusus untuk industri animasi.

BDI Denpasar menyiapkan pelatihan dan inkubasi

Plt Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian, Adie Rochmanto Pandiangan, menyebut BDI Denpasar berperan menyiapkan tenaga kompeten untuk industri kreatif digital. Lembaga itu mengadakan pelatihan berbasis kompetensi, pembaruan keterampilan, sertifikasi, serta inkubasi bisnis bagi calon wirausaha.

Materi pengembangan kompetensi di BDI Denpasar mencakup animasi, konten digital, pengembangan aplikasi, dan gim. Layanan inkubasi ditujukan untuk membantu calon pelaku usaha menyiapkan serta mengembangkan bisnisnya. Dengan pendekatan ini, pelatihan tidak hanya berfokus pada keterampilan untuk bekerja, tetapi juga pada kemampuan merintis usaha.

Kepala BDI Denpasar Arga Mahendra mengatakan lembaganya terus memperkuat pelatihan berbasis kompetensi, kewirausahaan, dan pendampingan industri. Sepanjang 2015 hingga Oktober 2026, BDI Denpasar mencatat 16.113 peserta dalam berbagai pelatihan. Bidangnya mencakup animasi 2D dan 3D, pemrograman web, pemasaran digital, barista, hingga teknologi Industrial Internet of Things.

“Sepanjang tahun 2026 hingga Oktober, BDI Denpasar telah melaksanakan 13 kegiatan pelatihan dan lokakarya dengan jumlah peserta mencapai 304 orang,” kata Arga. Kegiatan itu meliputi industri kreatif digital, barista, dan pengolahan pangan.

Catatan dari JPNN mengenai pernyataan CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib di forum teknologi Bali membahas sudut berbeda: pemanfaatan AI untuk membuka peluang pendapatan bagi media dan bisnis digital.

Pernyataan itu bukan bagian dari kunjungan Sarmuji dan tidak membahas industri animasi secara khusus. Namun, keduanya menempatkan AI sebagai perubahan yang perlu dijawab dengan kesiapan industri dan sumber daya manusia.

Bagi pengembangan animasi, tantangannya bukan hanya mengadopsi teknologi, melainkan memastikan pekerja menguasai keterampilan yang dibutuhkan produksi. Sarmuji menekankan peran tenaga manusia dalam proses itu: “Tentu ini peluang yang sangat besar untuk penyerapan tenaga kerja kita.”

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 25 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis