Senin, 26 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Mentan: Kebijakan Presiden Prabowo dongkrak daya beli petani Lampung

Mentan: Kebijakan Presiden Prabowo dongkrak daya beli petani Lampung
Mentan: Kebijakan Presiden Prabowo dongkrak daya beli petani Lampung

LAMPUNG — Daya beli petani Lampung mulai terdorong oleh perubahan harga dan biaya produksi, kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja di Pringsewu. Harga singkong yang sebelumnya sekitar Rp700 per kilogram kini mencapai Rp3.000 per kilogram setelah pemerintah menghentikan impor komoditas itu, menurut Amran.

Amran menyebut penurunan harga pupuk bersubsidi, penguatan harga komoditas, dan perlindungan hasil panen sebagai bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan keterangan tersebut dalam kunjungan di Lampung yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden, harga pupuk bersubsidi turun. Kemudian untuk singkong, kami diperintahkan menghentikan impor. Hasilnya, harga singkong yang sebelumnya sekitar Rp700 per kilogram sekarang mencapai Rp3.000 per kilogram,” ujar Amran.

Perubahan harga singkong menjadi contoh paling konkret yang disampaikan pemerintah mengenai dampak kebijakan pada pendapatan petani. Namun, Amran tidak merinci besaran penurunan harga pupuk maupun periode perbandingan harga singkong. Angka itu menggambarkan perubahan harga yang ia sampaikan, bukan ukuran langsung pendapatan bersih setiap petani.

Daya beli petani Lampung dan indikator NTP

Amran juga menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 131,11, yang ia gambarkan sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah. NTP membandingkan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. Indikator ini dapat membantu membaca daya beli, tetapi tidak menjelaskan sendiri kondisi seluruh rumah tangga tani.

“Nilai tukar petani sekarang 131, tertinggi selama Republik ini berdiri. Inilah karena kebijakan-kebijakan kita, serta kolaborasi pemerintah pusat dan daerah,” kata Amran.

Bagi petani, harga jual yang lebih baik dan ongkos produksi yang lebih terkendali dapat memberi ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga atau mempertahankan usaha tani. Dampaknya juga berpotensi menyebar ke kegiatan ekonomi desa ketika pendapatan dibelanjakan di wilayah setempat.

Namun, keterangan pemerintah belum memisahkan seberapa besar perubahan konsumsi berasal dari pendapatan petani dibanding faktor lain.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan padi, jagung, dan singkong menjadi komoditas penting di provinsi itu. Menurutnya, hampir 60 persen masyarakat Lampung berkaitan dengan tiga komoditas tersebut, sehingga harga hasil pertanian dan biaya produksi memiliki jangkauan ekonomi yang luas.

“Semenjak Pak Prabowo menjadi Presiden, harga pupuk murah, kemudian harga komoditas jadi ikut naik, padi naik, jagung naik, singkong naik,” ujar Rahmat.

Konsumsi kendaraan ikut bergerak

Pemerintah Provinsi Lampung mencatat jumlah kendaraan bermotor baru pada semester I 2026 sebanyak 83.515 unit, naik 22,15 persen dibandingkan 68.370 unit pada semester I 2025. Data itu menjadi salah satu petunjuk aktivitas konsumsi, bukan bukti tunggal bahwa kenaikan pembelian kendaraan sepenuhnya berasal dari peningkatan pendapatan petani.

Untuk kendaraan roda dua, jumlahnya naik 19,90 persen, dari 62.464 unit menjadi 74.892 unit. Kendaraan roda empat meningkat 22,15 persen secara agregat, dari 5.906 unit menjadi 7.213 unit berdasarkan penjumlahan kategori kendaraan roda empat dalam data pemerintah provinsi.

“Pembelian kendaraan di kabupaten-kabupaten pertanian meningkat. Kami juga melihat indikator konsumsi lain yang tumbuh. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi di wilayah pertanian bergerak,” kata Rahmat.

Rahmat menilai perkembangan konsumsi perlu dibaca bersama indikator lain. Ia juga menyebut Lampung menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi nomor dua terdekat di Sumatera, seraya mengaitkannya dengan kebijakan untuk petani. Bahan yang disampaikan tidak memuat angka pertumbuhan ekonomi maupun rincian pembanding untuk klaim tersebut.

Angka kendaraan memberi gambaran bahwa aktivitas ekonomi di wilayah pertanian ikut bergerak, tetapi tidak menunjukkan siapa pembelinya atau sumber pendapatannya. Karena itu, catatan konsumsi tersebut melengkapi—bukan menggantikan—indikator pertanian seperti NTP dan perubahan harga komoditas.

Bantuan pertanian dan pengolahan singkong

Laporan ANTARA dari kunjungan yang sama juga menyebut Amran menyiapkan bantuan benih, pompa air, dan traktor bagi petani Lampung. Dukungan itu diarahkan untuk membantu pemulihan lahan puso serta meningkatkan produktivitas. Dalam laporan pembanding, penanganan sumber air dan kebutuhan alat pertanian turut dicatat sebagai persoalan yang dibawa petani dalam dialog dengan pemerintah.

Amran mengatakan kebutuhan petani akan ditindaklanjuti melalui dukungan dan regulasi. “Kami mendukung apa yang dibutuhkan petani. Regulasi yang diperlukan untuk kepentingan dan keuntungan petani akan kami selesaikan,” tegasnya.

Di tingkat daerah, Pemprov Lampung mendorong hilirisasi agar singkong tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Pengembangan produk olahan, termasuk tepung mocaf, membuka peluang nilai tambah dari proses pengolahan di desa.

Bagi petani dan pelaku usaha setempat, harga bahan baku menjadi satu bagian dari rantai nilai; kemampuan mengolah hasil panen juga menentukan seberapa banyak kegiatan ekonomi bertahan di daerah.

Perhatian pemerintah kini mencakup dua kebutuhan yang berbeda: menjaga harga hasil panen sekaligus menangani kendala produksi di lahan. Dalam laporan pembanding ANTARA, bantuan benih, pompa air, dan traktor disiapkan untuk petani Lampung, sementara Amran menyatakan regulasi yang diperlukan untuk kepentingan petani akan diselesaikan.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair