JAKARTA — Perebutan Ballon d’Or memanas menjelang pengumuman pemenang pada Senin mendatang, dengan perubahan odds memberi sinyal baru dalam persaingan. Dua hari sebelum penghargaan diumumkan, peluang Lamine Yamal untuk menang turun tajam, sementara Harry Kane masih menjadi kandidat terdepan.
Persaingan utama kini mengerucut pada Yamal, Kane, dan Kylian Mbappé. Perubahan odds bukan hasil pemungutan suara resmi Ballon d’Or, tetapi menunjukkan pergeseran penilaian bandar taruhan terhadap para kandidat.
Odds Ballon d'Or Yamal naik menjadi 6,00
Pada Sabtu, odds rata-rata Kane tercatat 1,35. Angka itu menempatkan striker Bayern München tersebut sebagai favorit utama. Sementara itu, odds Yamal melonjak dari 3,25 menjadi 6,00 setelah sejumlah bandar taruhan besar mengubah penilaian mereka.
Perubahan itu membuat peluang Yamal dinilai lebih kecil dibandingkan beberapa jam sebelumnya. Namun, odds tidak menetapkan hasil penghargaan. Pemenang tetap ditentukan melalui proses pemilihan Ballon d’Or.
Yamal punya catatan kuat dari musim lalu. Ia mencetak 16 gol dan 11 assist di LaLiga ketika Barcelona mempertahankan gelar juara liga. Ia juga memenangi Piala Super Spanyol dan membantu Spanyol meraih gelar juara dunia 2026, pencapaian yang menurut bahan sumber kerap berpengaruh dalam pemilihan pemenang pada masa lalu.
Kane datang dengan angka produktivitas yang menonjol. Penyerang Bayern itu mencetak 73 gol dalam 65 pertandingan resmi. Kombinasi performa tersebut dan posisinya sebagai favorit membuat persaingan menuju pengumuman tetap terbuka, meski penilaian bandar taruhan berubah.
Kemenangan Kane di 100 MARCA ikut jadi sorotan
Salah satu kemungkinan penyebab bergesernya odds adalah kemenangan Kane dalam pemilihan penghargaan 100 MARCA. Penghargaan itu ditentukan juri internasional yang terdiri atas jurnalis, mantan pesepakbola, dan pelatih.
Sebanyak 226 pemilik hak suara memilih 15 pemain dari 100 nomine. Pemain yang menempati posisi pertama mendapat 30 poin, posisi kedua 25 poin, dan posisi ketiga 23 poin. Kane mengumpulkan 3.962 poin, hanya unggul 25 poin dari Yamal yang meraih 3.937 poin.
Mbappé menempati posisi berikutnya dengan 3.440 poin. Daftar sepuluh besar juga mencakup Rodri, Khvicha Kvaratskhelia, Lionel Messi, Fabián Ruiz, Michael Olise, Ousmane Dembélé, dan Pau Cubarsí.
Hasil 100 MARCA memberi gambaran bahwa persaingan Kane dan Yamal berlangsung ketat dalam pemilihan itu. Namun, penghargaan tersebut berbeda dari Ballon d’Or, sehingga posisinya tidak memastikan hasil akhir. Bagi penggemar, selisih poin yang tipis menambah konteks pada perubahan odds, tetapi bukan pengganti keputusan resmi pemilih Ballon d’Or.
Yamal berpeluang mengejar rekor usia
Jika Yamal menang pada Senin, pemain sayap kanan berusia 19 tahun itu akan menjadi pemenang termuda sepanjang masa. Rekor saat ini dipegang mantan striker Barcelona, Ronaldo, yang menerima penghargaan pada 1997 saat berusia 21 tahun.
Itulah taruhan sejarah yang membuat posisi Yamal tetap menarik meski odds-nya bergerak menjauh. Di sisi lain, produktivitas Kane dan kemenangan dalam pemilihan 100 MARCA memperkuat perbincangan mengenai peluang sang striker. Nama pemenang Ballon d’Or baru akan diketahui saat penghargaan diumumkan pada Senin mendatang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.