Pemadaman karhutla di kawasan Gunung Bromo kini menelan enam korban jiwa, termasuk warga yang ikut membantu di lapangan. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menyampaikan duka dan mendesak perlindungan asuransi bagi petugas serta relawan.
Alex menyebut para korban sebagai pahlawan lingkungan. Ia juga mendorong penggunaan teknologi, khususnya untuk membantu pemadaman di medan yang berat.
Korban keenam warga Probolinggo
Korban meninggal terakhir bernama Suraji, warga Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto membenarkan kabar tersebut pada Jumat (23/10).
“Benar (meninggal dunia). Kami atas nama Pemprov Jatim menyampaikan duka mendalam,” kata Gatot, seperti dilansir detikJatim.
Enam orang yang meninggal saat pemadaman karhutla itu adalah Sukaris (55), Hendra Rony Wagiyanta (33), Wisnu Yuda Pratama (25), Sefriel Ardiansyah (19), Munawi (44), dan Suraji (44). Mereka terdiri dari petugas dan relawan yang terlibat dalam upaya pemadaman.
Besarnya risiko terlihat jelas. Orang-orang yang turun membantu memadamkan api menghadapi bahaya di kawasan kebakaran, sementara informasi mengenai kondisi medan menjadi alasan Alex menekankan pentingnya dukungan teknologi.
Komisi IV DPR soroti asuransi pemadam karhutla
Alex mengatakan Komisi IV DPR telah menggelar rapat dengan Kementerian Kehutanan mengenai karhutla. Dalam rapat beberapa waktu sebelumnya, ia menyampaikan permintaan agar petugas dan relawan mendapat perlindungan asuransi kesehatan serta asuransi jiwa.
“Saat rapat Komisi IV dengan Kemenhut beberapa waktu lalu, kami sudah meminta agar para petugas dan relawan dibekali dengan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa,” ucap Alex.
Perlindungan itu punya dampak langsung bagi orang yang bekerja di lokasi pemadaman dan keluarga mereka. Jika terjadi kecelakaan atau korban jiwa, asuransi dapat menjadi bagian dari perlindungan yang perlu disiapkan bagi petugas maupun relawan. Namun, bahan yang disampaikan tidak merinci apakah perlindungan tersebut sudah tersedia bagi para korban.
Alex juga meminta teknologi dipakai dalam upaya memadamkan karhutla, terutama ketika petugas menghadapi medan berat. Ia tidak menyebut jenis teknologi tertentu atau rincian penerapannya.
“Ini juga momentum untuk menggunakan teknologi dalam memadamkan karhutla, terutama untuk di medan yang berat,” kata Alex.
Alex sebut pelaku pembakaran “teroris ekologis”
Dalam pernyataannya, Alex mengaitkan duka atas korban dengan kecaman terhadap pihak yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Ia menyebut para pemadam sebagai pahlawan lingkungan dan menggunakan istilah “teroris ekologis” untuk menggambarkan musuh mereka.
“Kami sangat berduka dengan bertambahnya korban jiwa, mereka adalah pahlawan lingkungan, musuhnya teroris ekologis,” kata Alex kepada wartawan, Minggu (25/10/2026).
Pernyataan itu menempatkan keselamatan petugas sebagai bagian penting dari penanganan karhutla. Upaya memadamkan api tidak cukup hanya mengandalkan orang yang bekerja di lapangan: perlindungan bagi mereka dan dukungan yang sesuai dengan kondisi medan juga menjadi perhatian yang disampaikan Alex.
Dalam bahan yang tersedia, belum ada rincian tentang penyebab kebakaran, kondisi terbaru api, maupun langkah operasional lanjutan di kawasan Bromo. Alex menutup pesannya dengan dorongan agar teknologi digunakan, terutama di medan yang berat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.