BANJARMASIN — Polresta Banjarmasin menggelar program Minggu Kasih di sejumlah gereja di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu, untuk memperkuat toleransi antarumat beragama sekaligus mencegah ancaman terhadap anak.
Kegiatan itu memadukan pengamanan ibadah dengan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), kewaspadaan terhadap narkotika, serta pencegahan kekerasan dan kejahatan seksual.
Jemaat diajak menjaga lingkungan, menghormati perbedaan keyakinan, dan melaporkan dugaan kekerasan atau pelecehan terhadap anak kepada pihak berwenang. Pesan itu menyasar ancaman di ruang sosial maupun media digital.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Riza Muttaqin mengatakan kepolisian membutuhkan kerja sama masyarakat untuk menjaga keamanan dan melindungi generasi muda. Menurut dia, pengamanan kegiatan ibadah berjalan beriringan dengan upaya membangun kepedulian warga terhadap masalah di sekitarnya.
Minggu Kasih Banjarmasin soroti ancaman bagi anak
Petugas mengingatkan jemaat agar mewaspadai penyalahgunaan narkotika. Dampaknya, menurut imbauan kepolisian, dapat merusak masa depan generasi muda dan kehidupan keluarga. Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan tanda-tanda kekerasan atau pelecehan terhadap anak.
Ancaman melalui media digital menjadi perhatian tersendiri dalam pesan tersebut. Keluarga dan lingkungan sekitar didorong lebih peka terhadap keselamatan anak serta segera menyampaikan indikasi kejahatan kepada pihak berwenang, agar korban mendapat penanganan yang sesuai.
Pesannya jelas. Perlindungan anak perlu keterlibatan warga, bukan hanya pengamanan saat kegiatan berlangsung. Bagi masyarakat, ajakan melapor memberi jalur untuk merespons dugaan kekerasan, sementara kewaspadaan bersama dapat membantu mencegah ancaman berkembang tanpa diketahui.
Program ini juga menempatkan kerukunan sebagai bagian dari keamanan lingkungan. Kepolisian mengajak jemaat menghormati perbedaan keyakinan dan memperkuat kepedulian terhadap keselamatan sesama. Dengan begitu, kegiatan ibadah menjadi ruang komunikasi antara polisi dan masyarakat, sekaligus kesempatan menyampaikan isu kamtibmas yang dekat dengan kehidupan warga.
Toleransi dibangun lewat kepedulian bersama
Dalam laporan Antara dari Bangka Selatan, program Minggu Kasih di daerah itu juga menjadi sarana polisi berkomunikasi dengan jemaat dan mengajak masyarakat menjaga kerukunan serta kepedulian sosial. Kegiatan tersebut berlangsung di Gereja GPdI Hosana Toboali. Namun, laporan itu membahas wilayah dan pejabat yang berbeda, sehingga tidak menjadi sumber bagi rincian kegiatan Polresta Banjarmasin.
Kesamaan pendekatannya terletak pada upaya mendekatkan kepolisian dengan warga melalui pertemuan di lingkungan gereja dan penyampaian pesan kamtibmas. Di Banjarmasin, fokus yang disampaikan mencakup toleransi, narkotika, dan perlindungan anak.
Sementara itu, laporan Antara Lampung mengenai Polres Metro menyoroti toleransi serta kerukunan antarumat beragama melalui Minggu Kasih bersama jemaat Gereja GKSBS Kota Metro.
Riza menekankan bahwa perbedaan keyakinan tidak semestinya menghalangi warga untuk saling menjaga. Ia menyebut kebersamaan sebagai jalan untuk memperkuat persaudaraan dan menciptakan kedamaian.
“Perbedaan keyakinan bukanlah sekat untuk saling menjaga, melainkan jembatan untuk mempererat persaudaraan dan menciptakan kedamaian,” ucap Riza.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.