Senin, 26 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Steve Jobs Tolak Layar Sentuh MacBook karena Bikin Lengan Pegal

Layar sentuh MacBook dan trackpad dalam ilustrasi laptop di meja
Perdebatan layar sentuh MacBook kembali mencuat setelah muncul rumor MacBook Pro berpanel OLED. (Ilustrasi: AI)

Steve Jobs menilai layar sentuh pada laptop akan membuat lengan cepat pegal. Pandangan itu ia sampaikan saat memperkenalkan Mac OS X 10.7 Lion di acara “Back to the Mac” di kantor pusat Apple, ketika perusahaan memilih mengandalkan trackpad dan mouse ketimbang memasang layar sentuh di MacBook.

Keputusan tersebut bertahan meski Microsoft mendorong komputer layar sentuh dan sejumlah produsen menghadirkan perangkat sejenis. Kini, Apple kembali dikabarkan akan mengubah pendiriannya lewat MacBook Pro dengan panel OLED dan layar sentuh. Kabar itu masih berupa rumor, menurut laporan TechRadar.

Steve Jobs dan alasan menolak layar sentuh MacBook

Jobs beranggapan layar sentuh pada laptop bukan pilihan yang nyaman untuk penggunaan lama. Pengguna harus mengangkat tangan dari posisi mengetik dan menjangkau layar berulang kali. Menurut penjelasannya, gerakan itu dapat memicu ketegangan dan kelelahan, sekaligus mengurangi ketepatan saat mengoperasikan komputer.

Dalam acara “Back to the Mac”, Jobs menggambarkan dampak penggunaan layar sentuh dalam waktu panjang dengan kalimat, “After an extended period of time, your arm wants to fall off.” Ucapan itu, yang dapat diterjemahkan sebagai lengan terasa ingin lepas setelah dipakai lama, menjadi alasan praktis di balik sikapnya.

Ia memandang antarmuka sentuh pada laptop sebagai sesuatu yang lebih menyerupai gimmick daripada solusi yang nyaman.

Pada masa itu, Microsoft aktif mendorong komputasi layar sentuh sebagai cara baru berinteraksi dengan komputer. Tekanan pasar juga datang dari perangkat seperti keluarga HP TouchSmart. Namun, Apple tidak mengikuti arah tersebut. Perusahaan memilih mengembangkan gestur multi-sentuh melalui trackpad dan mouse.

Pilihan itu menunjukkan perbedaan cara perusahaan merancang interaksi. Layar sentuh mengandalkan jari yang menyentuh tampilan, sedangkan trackpad memungkinkan pengguna memberi perintah tanpa terus mengangkat tangan ke panel laptop. Bagi Jobs, posisi tangan dan ketepatan gerakan menjadi pertimbangan utama, bukan sekadar kemampuan menambahkan teknologi baru.

Dari trackpad hingga rumor MacBook Pro OLED

Apple tetap mempertahankan pendekatan tersebut selama beberapa tahun, sementara komputer Windows dengan layar sentuh dan perangkat 2-in-1 terus hadir di pasar. Perusahaan sempat mencoba teknologi perantara, yakni Touch Bar. Namun, fitur itu akhirnya dihentikan.

Perdebatan soal layar sentuh pada MacBook kini muncul lagi. TechRadar melaporkan bahwa Apple diperkirakan akan melepas sikap lamanya dan menghadirkan MacBook Pro dengan panel OLED yang mendukung layar sentuh. Belum ada kepastian dari bahan sumber bahwa produk itu telah diumumkan secara resmi, sehingga kabar tersebut tetap perlu dibaca sebagai rumor, bukan keputusan final Apple.

Jika arah itu benar-benar berubah, perbedaannya akan terasa pada cara pengguna mengoperasikan laptop. Layar sentuh dapat memberi pilihan input langsung, sementara trackpad dan mouse tetap dipakai untuk navigasi. Namun, pertanyaan yang pernah diajukan Jobs belum hilang: apakah kenyamanan menyentuh layar sebanding dengan posisi tangan yang terus terangkat saat bekerja?

Bagi pengguna di Indonesia, isu ini menyentuh kebiasaan sehari-hari, bukan cuma spesifikasi. Orang yang memakai laptop untuk mengetik lama akan menimbang posisi tangan dan kenyamanan; mereka yang sering memperbesar peta, memilih objek, atau menggeser elemen di layar mungkin melihat manfaat berbeda.

Bahan sumber tidak memuat harga, jadwal peluncuran, maupun rincian produk, jadi belum ada dasar untuk menilai dampak pembelian secara konkret.

Jobs memilih trackpad dan mouse karena khawatir sentuhan langsung pada layar membuat pemakaian lama melelahkan dan kurang presisi. Jika rumor MacBook Pro layar sentuh terbukti, Apple akan kembali menguji gagasan yang pernah ditolaknya atas alasan sederhana: lengan pengguna bisa cepat pegal.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 25 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis