JAKARTA — Gangguan pada situs pemerintah di Eropa memperlihatkan betapa cepat celah perangkat lunak dapat berubah menjadi keadaan darurat. Para ahli keamanan siber memperingatkan, temuan kerentanan yang dibantu kecerdasan buatan (AI) bisa membuat pekan penuh kepanikan seperti ini lebih sering terjadi.
Gangguan mulai dilaporkan sejak Rabu (21/10), setelah kelemahan ditemukan pada PHP, bahasa pemrograman yang digunakan luas di internet. Sejumlah operator buru-buru memperbaiki sistem, sementara sebagian memilih menurunkan situs untuk sementara karena belum sempat memasang tambalan keamanan.
Risikonya nyata.
Laporan Reuters pada Jumat (23/10) menyebut operator khawatir peretas memanfaatkan celah itu untuk melancarkan serangan massal. Namun, para pakar mengingatkan bahwa banyaknya kerentanan yang terungkap tidak serta-merta berarti semua akan berujung pada serangan yang berhasil.
AI mempercepat pencarian celah internet
Matthew Prince, CEO Cloudflare, mengatakan masih ada sejumlah celah serius pada perangkat lunak penting lainnya. Menurut dia, AI akan terus membantu menemukan kelemahan yang selama ini tersembunyi di infrastruktur internet.
“Saya kira kita akan melewati beberapa tahun di mana setiap pekan terasa seperti langit runtuh,” ujar Prince, dikutip Reuters pada Kamis (23/10).
Prince menggambarkan proses menghadapi temuan itu seperti mengusir monster dari rumah hantu: menakutkan, tetapi lebih baik daripada membiarkan ancaman tetap tersembunyi. Ia optimistis banyak kerentanan pada akhirnya dapat dibereskan.
Gambaran tersebut menunjukkan dua sisi dari kemajuan AI dalam keamanan siber. Teknologi yang mampu membantu peneliti menemukan kelemahan lebih cepat juga dapat memperpendek waktu yang dimiliki operator untuk menutup celah sebelum pihak lain mencoba memanfaatkannya.
Bagi pengelola layanan publik dan bisnis, pekerjaan tidak berhenti pada menemukan masalah; sistem perlu diperiksa dan diperbarui tanpa membuat layanan penting terputus lebih lama dari yang diperlukan.
Rentetan insiden melampaui kasus PHP
Patrick Garrity, peneliti di firma intelijen ancaman VulnCheck, menyebut insiden PHP terjadi pada pekan yang memang sudah padat dengan temuan keamanan lain. Dalam periode yang sama, kerentanan pada Node.js dan Plex terungkap, pembobolan yang berkaitan dengan LiteLLM dan Railway dilaporkan, serta ditemukan penggunaan kunci kriptografi yang sangat lemah oleh otoritas sertifikat India, eMudhra.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.