Rabu, 28 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

CEO Ferrari Sebut Tesla Roadster dengan Teknologi Terbangnya Sempurna

CEO Ferrari Sebut Tesla Roadster dengan Teknologi Terbangnya Sempurna
CEO Ferrari Sebut Tesla Roadster dengan Teknologi Terbangnya Sempurna Foto: Sindonews

JAKARTA — CEO Ferrari Benedetto Vigna memberi nilai sempurna 10/10 untuk teknologi dan performa Tesla Roadster, termasuk aksi yang disebut dapat membuat mobil itu terbalik. Pujian itu datang saat Ferrari tengah mempercepat rencana elektrifikasi dan menyiapkan model listrik pertamanya.

Vigna menyampaikan penilaiannya dalam wawancara di konferensi otomotif yang digelar majalah Quattroruote. Ia melihat Roadster sebagai bukti bahwa industri otomotif yang sudah matang masih punya ruang untuk gagasan baru. Bagi segmen supercar listrik, perhatian dari pesaing seperti Ferrari juga memberi dorongan tersendiri.

CEO Ferrari menilai Tesla Roadster mendorong inovasi

“Kita harus terus bermimpi,” kata Vigna, sebagaimana dikutip dalam bahan sumber. Ucapan itu merujuk pada kemampuan Roadster yang dipandangnya berani menantang batas teknologi mobil sport.

Menurut laporan Reuters yang disebut dalam bahan, Vigna juga menyampaikan apresiasi terhadap inovasi Tesla. “Sebagai orang Eropa, saya berterima kasih karena telah menunjukkan kepada kami bahwa bahkan di dunia yang kuno sekalipun, kita masih dapat berinovasi dan berani menantang batasan.”

Nilai 10/10 itu mencakup dua hal: teknologi dan performa. Bukan sekadar pujian terhadap angka akselerasi atau kecepatan, penilaian Vigna menyoroti efek demonstrasi Roadster terhadap cara industri memikirkan mobil listrik berperforma tinggi. Aksi yang dikaitkan dengan teknologi terbang menjadi bagian dari daya tarik yang dibicarakan.

Namun, bahan sumber tidak merinci spesifikasi teknis aksi tersebut ataupun jadwal peluncuran Roadster. Karena itu, pujian Vigna lebih tepat dibaca sebagai penilaian atas keberanian konsep dan potensinya, bukan verifikasi terhadap seluruh kemampuan kendaraan dalam penggunaan sehari-hari.

Persaingan supercar listrik memasuki babak baru

Pujian itu muncul pada saat Ferrari tengah mengembangkan model serba listrik pertamanya. Perusahaan yang dikenal dengan mobil sport bermesin konvensional tersebut kini harus menunjukkan bahwa elektrifikasi dapat berjalan beriringan dengan performa dan karakter mereknya.

Dalam konteks itu, Tesla Roadster memberi pembanding yang nyata. Mobil listrik tidak lagi hanya dibicarakan sebagai pilihan untuk perjalanan harian atau efisiensi energi; model berperforma tinggi juga menguji sejauh mana teknologi bisa mengubah pengalaman berkendara.

Ketika pemimpin Ferrari mengakui inovasi pesaing, persaingan industri terlihat bergerak dari soal mesin semata menuju kemampuan rekayasa dan gagasan baru.

Dampaknya bagi konsumen Indonesia belum berupa perubahan harga atau ketersediaan yang disebut dalam bahan. Namun, persaingan pengembangan mobil listrik berperforma tinggi dapat memengaruhi arah teknologi yang kelak digunakan lebih luas, termasuk pada kendaraan listrik di segmen berbeda.

Yang menjadi taruhan bukan cuma kecepatan, melainkan juga bagaimana produsen membuat mobil listrik terasa menarik tanpa meninggalkan tuntutan performa.

Vigna juga menilai industri otomotif belum kehabisan ide meski telah mencapai tahap kematangan. Pandangan itu memberi bobot pada pujiannya: Roadster bukan hanya produk yang ia beri nilai tinggi, tetapi contoh bahwa batas yang dianggap mapan masih dapat diuji.

Untuk saat ini, pernyataan Vigna tetap berupa penilaian terhadap Tesla Roadster, sementara Ferrari melanjutkan rencana elektrifikasinya sendiri. “Kita harus terus bermimpi,” kata CEO Ferrari tersebut.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis