Rabu, 28 Oktober 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Hari Sumpah Pemuda 2026: Tanggal, Tema, Logo, Teks Ikrar, dan Susunan Upacara

Ilustrasi siluet pemuda Indonesia berdiri bersama di lapangan upacara dengan bendera merah putih dan cahaya keemasan
Ilustrasi siluet pemuda Indonesia berdiri bersama di lapangan upacara dengan bendera merah putih dan cahaya keemasan, menggambarkan peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026. (Ilustrasi: AI)

Ringkasan cepat

  • Hari Sumpah Pemuda ke-98 jatuh pada Rabu, 28 Oktober 2026, dan bukan tanggal merah menurut SKB 3 Menteri serta Keppres Nomor 42 Tahun 2025.
  • Tema resmi dari Kemenpora: “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, tertuang dalam Surat Edaran Menpora Nomor 10.14.19 Tahun 2026.
  • Logo HSP ke-98 memuat tiga nilai, Patriotik, Gigih, dan Berempati, dengan filosofi ‘Besi Yang Menjadi Cahaya’.
  • Upacara digelar tatap muka mulai pukul 08.00 waktu setempat, peserta memakai Pakaian Dinas Harian, dengan 15 urutan acara termasuk pembacaan teks keputusan Kongres Pemuda 1928.
  • Pemerintah daerah diimbau memeriahkan peringatan lewat seminar, dialog kepemudaan, kegiatan sosial, olahraga, seni dan budaya, serta aksi kreatif lain.

Hari Sumpah Pemuda 2026 jatuh pada Rabu, 28 Oktober 2026, dan tahun ini menandai peringatan yang ke-98. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah menetapkan temanya, “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, sementara tanggalnya tetap hari kerja biasa, bukan tanggal merah.

Semua ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 10.14.19 Tahun 2026. Menpora Erick Thohir menandatanganinya di Jakarta pada 14 Oktober 2026. Isinya lengkap: dari jam mulai upacara, pakaian peserta, sampai teks keputusan kongres yang wajib dibacakan.

Teks itu punya cerita sendiri. Hampir seabad lalu, para pemuda dari berbagai perkumpulan kedaerahan duduk dalam satu rapat di Djakarta. Dua hari mereka berdebat dan mendengar pidato. Lalu lahir tiga kalimat pendek yang sampai sekarang dibacakan di lapangan upacara se-Indonesia.

Kapan Hari Sumpah Pemuda 2026 dan Apakah Libur?

Peringatan jatuh pada Rabu, 28 Oktober 2026. Jangan berharap libur. Menurut Kementerian Sekretariat Negara, SKB Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PANRB Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 menetapkan 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama untuk 2026. Tanggal 28 Oktober tidak ada di dalamnya.

Setelah Agustus, libur nasional yang tersisa hanya 25 Agustus (Maulid Nabi) dan 25 Desember (Natal). Cuti bersama terakhir jatuh pada 24 Desember.

Aparatur sipil negara juga tak mendapat cuti bersama di tanggal ini. Keppres Nomor 42 Tahun 2025, yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 31 Desember 2025, hanya menetapkan cuti bersama ASN pada 16 Februari, 18 Maret, 20, 23, dan 24 Maret, 15 Mei, 28 Mei, dan 24 Desember 2026, seperti dimuat laman Kemensetneg.

Tema dan Makna Logo Hari Sumpah Pemuda ke-98

Tema resminya: Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia. Tiga kata sifat itu juga menjadi nilai utama logo, yang dirilis Kemenpora dalam dua versi, Main Logo dan Horizontal Logo, di lampiran surat edaran.

Filosofi besarnya diberi judul “Besi Yang Menjadi Cahaya”. Gambarannya sederhana tapi kuat: bangsa ini ditempa waktu dan diputar sejarah, namun selalu menghasilkan cahaya. Besi adalah tubuh. Api adalah semangat. Cahaya adalah tujuannya, yakni Indonesia yang tangguh, berjiwa besar, dan berempati.

Patriotik

Kemenpora menggambarkannya lewat gerak melingkar yang menyerupai sayap Garuda. Pesannya, cinta tanah air itu daya angkat, bukan beban. Patriotisme dimaknai sebagai keteguhan menjaga api supaya tidak padam bagi generasi berikutnya.

Gigih

Logam butuh waktu, tekanan, dan panas sebelum bersinar. Begitu pula pemuda: setiap tantangan dianggap api yang menempa jiwa.

Berempati

Cahaya yang lahir dari pusaran itu tidak menyilaukan. Ia menghangatkan, hadir untuk menyinari dan bukan mendominasi.

Sejarah Singkat: Dari Kongres Pemuda II

Surat edaran Kemenpora mencatat, Hari Sumpah Pemuda berawal dari Kongres Pemuda II pada 27–28 Oktober 1928. Kongres itu menghasilkan ikrar yang menegaskan semangat persatuan dan kesatuan pemuda Indonesia.

Yang menggelar rapat bukan satu organisasi. Ada Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen Pasoendan, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi, dan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia. Latar belakang kedaerahan mereka beragam. Hasilnya justru satu: pengakuan atas satu tanah air, satu bangsa, dan penjunjungan bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Teks Ikrar Sumpah Pemuda (Ejaan Asli)

Teks di bawah ini dibacakan pada urutan kedelapan upacara. Bunyinya disalin persis dari lampiran surat edaran Kemenpora 2026, lengkap dengan ejaan lamanya:

“POETOESAN CONGRES PEMOEDA-POMOEDI INDONESIA. Kerapatan Pemoeda-Pemoeda Indonesia jang diadakan oleh perkoempoelan-perkoempoelan pemoeda Indonesia jang berdasarkan kebangsaan, dengan namanja: Jong Java, Jong Sumatranen Bond (Pemoeda Soematera), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen Pasoendan, Jong Islamieten Bond, Jong Bataks, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi dan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia; membuka rapat pada tanggal 27 dan 28 October tahoen 1928 dinegeri Djakarta; sesoedahnja mendengar pidato-pidato dan pembitjaraan jang diadakan dalam kerapatan tadi; sesoedahnja menimbang segala isi pidato-pidato dan pembitjaraan ini; kerapatan laloe mengambil poetoesan:

PERTAMA KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH-DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.

KEDOEA KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.

KETIGA KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.

Setelah mendengar poetoesan ini, kerapatan mengeloearkan kejakinan azas ini wadjib dipakai oleh segala perkoempoelan-perkoempoelan kebangsaan Indonesia; mengeloearkan kejakinan persatoean Indonesia diperkoeat dengan memperhatikan dasar persatoeannja: kemaoean sejarah bahasa hoekoem-adat pendidikan dan kepandoean; dan mengeloearkan pengharapan soepaja poetoesan ini disiarkan dalam segala soerat kabar dan dibatjakan dimoeka rapat perkoempoelan-perkoempoelan kita.”

Kata “POMOEDI”, “PERSATUAN” yang tidak memakai ejaan “oe”, serta nama “Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia” memang tertulis begitu dalam dokumen Kemenpora.

Ketentuan Upacara 28 Oktober 2026

Kemenpora mengimbau pemerintah pusat dan daerah menggelar upacara pada 28 Oktober 2026. Aturannya jelas:

Hal Ketentuan
Bentuk Tatap muka
Waktu Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 08.00 waktu setempat sampai selesai
Tempat Halaman kantor, lapangan, atau menyesuaikan
Pakaian peserta Pakaian Dinas Harian
Pakaian petugas Sesuai ketentuan

Susunan Acara Resmi

Ada 15 tahapan dalam susunan upacara versi surat edaran:

  1. Peserta dan petugas siap di tempat.
  2. Pemimpin upacara menyiapkan barisan.
  3. Pembina upacara memasuki tempat upacara.
  4. Penghormatan umum kepada pembina upacara.
  5. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara.
  6. Pengibaran bendera Sang Merah Putih.
  7. Pembacaan Pancasila oleh pembina upacara, diikuti seluruh peserta.
  8. Pembacaan teks keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928.
  9. Pemberian tanda penghargaan di bidang kepemudaan (jika ada).
  10. Sambutan pembina upacara.
  11. Menyanyikan lagu nasional Bangun Pemudi Pemuda dan Satu Nusa Satu Bangsa.
  12. Pembacaan doa.
  13. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara.
  14. Penghormatan umum kepada pembina upacara.
  15. Upacara selesai.

Soal doa, Kemenpora menyerahkannya pada agama dan kepercayaan masing-masing. Untuk doa secara Islam, kementerian menyediakan naskah khusus berjudul Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Bukan Cuma Upacara

Pemerintah daerah diminta memeriahkan peringatan dengan kegiatan kepemudaan. Contohnya seminar, dialog kepemudaan, dan kegiatan sosial. Bisa juga olahraga, seni dan budaya, aksi kepemudaan, atau kegiatan kreatif lain. Bentuknya disesuaikan dengan kondisi setempat, jadi tiap kabupaten dan kota punya ruang untuk berkreasi.

Dasar Hukum dalam Surat Edaran

Surat edaran 2026 merujuk sejumlah regulasi:

  • UU No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan;
  • UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka;
  • Perpres No. 43 Tahun 2022 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan;
  • Perpres No. 187 Tahun 2024 tentang Kementerian Pemuda dan Olahraga;
  • Permenpora No. 1 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemenpora;
  • Permenpora No. 6 Tahun 2026 tentang Pelayanan Kepemudaan.

Dokumen lengkapnya, termasuk lampiran logo dan naskah doa, bisa diunduh di situs Kemenpora. Surat pengantar bernomor B/DP.00/10.14.13/MPO/X/2026 juga menyebut surat edaran itu dapat diakses lewat tautan bit.ly/SumpahPemuda-98. Panitia upacara di kantor dan sekolah tinggal mencetak, membagi tugas, dan bersiap sebelum pukul 08.00 pada hari Rabu itu.

Pertanyaan yang sering diajukan

Hari Sumpah Pemuda 2026 jatuh pada hari apa?

Hari Sumpah Pemuda 2026 jatuh pada Rabu, 28 Oktober 2026, dan merupakan peringatan yang ke-98.

Apakah 28 Oktober 2026 libur nasional?

Tidak. Tanggal 28 Oktober tidak masuk daftar libur nasional maupun cuti bersama 2026 menurut SKB 3 Menteri dan Keppres Nomor 42 Tahun 2025.

Apa tema Hari Sumpah Pemuda 2026?

Tema resmi Hari Sumpah Pemuda ke-98 adalah “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, sesuai Surat Edaran Menpora Nomor 10.14.19 Tahun 2026.

Apa makna logo Hari Sumpah Pemuda ke-98?

Logo memuat tiga nilai, yaitu Patriotik, Gigih, dan Berempati, dengan filosofi ‘Besi Yang Menjadi Cahaya’: besi adalah tubuh, api adalah semangat, dan cahaya adalah tujuan, yaitu Indonesia yang tangguh, berjiwa besar, dan berempati.

Jam berapa upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 dimulai?

Upacara digelar tatap muka mulai pukul 08.00 waktu setempat sampai selesai, di halaman kantor, lapangan, atau tempat yang menyesuaikan. Peserta memakai Pakaian Dinas Harian.

Lagu apa yang dinyanyikan saat upacara?

Susunan upacara resmi mencantumkan lagu nasional Bangun Pemudi Pemuda dan Satu Nusa Satu Bangsa.

Sumber

Halaman rujukan ini disusun redaksi JournalArta dari sumber resmi dengan bantuan AI dan diperbarui ketika ada rilis resmi baru. Terakhir diperbarui Rabu, 28 Oktober 2026.

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Hari Pahlawan 2026: Selasa 10 November, Kisah Surabaya dan Status Tema Kemensos