Rodolfo Cota berdiri di bawah mistar gawang Estadio Banorte, menggantikan Luis Ángel Malagón yang dicadangkan. Itu satu dari sekian kejutan dalam susunan pemain Club América untuk laga tunda melawan Tijuana, Rabu (28/10/2026) pukul 21.00 waktu setempat.
Pertandingan ini bagian dari Jornada 7 Apertura 2026 Liga MX yang sempat tertunda. Pelatih Guillermo Almada memilih merombak hampir seluruh starting eleven, dan keputusan itu langsung memancing perbincangan. Pemain inti diistirahatkan. Yang diberi kesempatan adalah deretan pelapis.
Susunan pemain yang berubah drastis
Di antara para pemain asing, hanya Cristian Borja dan Miguel Borja yang masuk daftar starter. Sisanya pemain lokal. Cota menjaga gawang, ditopang trio belakang Ramón Juárez, Miguel Vázquez, dan Dagoberto Espinoza. Lini tengah dihuni Edwin Cerrillo, Isaías Violante, Alan Cervantes, dan Alexis Gutiérrez.
Di depan, duo Borja berbagi beban serangan dengan Derek Jiménez. Komposisi ini praktis menjadikan laga tersebut ajang pembuktian bagi pemain yang jarang mendapat menit bermain di tim utama. Bagi Gilberto Mora, rotasi ini juga membuka peluang kembali merumput setelah pulih dari cedera.
Xolos datang dengan motivasi
Dari kubu tamu, gelandang Xolos asal Uruguay, Ignacio “Nacho” Rivero, menyambut laga ini dengan antusias. Ia menyebutnya “partido muy lindo para jugar” di sebuah “escenario increíble”, lalu menambahkan harapan agar keberuntungan menyertai timnya. Rivero paham betul atmosfer duel seperti ini. Ia pernah membela Cruz Azul dan beberapa kali berhadapan dengan Las Águilas di Liga MX.
Tijuana butuh hasil bagus. Pekan sebelumnya, Xolos di bawah arahan Sebastián “Loco” Abreu bermain imbang 2-2 di markas Toluca, Rabu 21 Oktober 2026, dalam laga Jornada 13. Elias Manoel membawa Tijuana unggul lewat gol menit ke-37 hasil umpan Jonathan Padilla, tetapi Toluca membalik keadaan lewat Federico Viñas pada menit ke-60 dan Helio Nunes. Abreu kemudian diusir dari pinggir lapangan. Hasil itu membuat Xolos kembali gagal memutus paceklik kemenangan di Estadio Nemesio Díez.
Duel dua kondisi berbeda
Almada tampaknya menghitung beban jadwal dan memilih menyimpan tenaga pemain utama. Tijuana, sebaliknya, ingin membawa energi dari penampilan agresif mereka di Toluca, terutama lewat kecepatan Padilla di sisi sayap dan penyelesaian Manoel di lini depan.
Yang jelas, perhatian tertuju pada seberapa cepat para pelapis América menemukan ritme, serta apakah Mora benar-benar mendapat menit bermain setelah masa pemulihannya.
Usai laga ini, kedua tim kembali menatap jadwal padat Apertura 2026, dengan klasemen yang masih ketat di tengah perebutan tiket playoff.
Sumber: bajanews.mx

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.