Kamis, 29 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Menhan pastikan kemandirian alutsista nasional produksi LEN

Alutsista nasional produksi LEN berupa radar dan drone terintegrasi
Fasilitas elektronika pertahanan PT LEN Industri yang ditinjau Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Bandung. (Ilustrasi: AI)

BANDUNG — Ketergantungan pada teknologi pertahanan luar negeri menjadi perhatian dalam modernisasi alutsista Indonesia. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau fasilitas PT LEN Industri (Persero) di Bandung untuk memastikan industri dalam negeri siap mendukung kebutuhan tersebut.

Dalam kunjungan kerja itu, Sjafrie memeriksa teknologi dan lini produksi elektronika pertahanan, termasuk radar, pesawat nirawak atau drone, komunikasi taktis, dan perangkat optronik. PT LEN menjelaskan, produk-produk itu dikembangkan melalui tahapan perancangan, integrasi, hingga pengujian mutu.

Menhan tekankan interoperabilitas alutsista

Salah satu perhatian dalam peninjauan tersebut ialah kemampuan berbagai sistem pertahanan untuk saling terhubung. Bagi operasi militer, radar atau drone yang bekerja sendiri-sendiri tidak memberi gambaran seluas sistem yang dapat bertukar data dalam satu jaringan komando.

PT LEN menyebut skema interoperabilitas yang dikembangkan memungkinkan radar dan drone produksi dalam negeri terhubung. Integrasi itu mendukung pemantauan kondisi operasional secara real-time dan menyeluruh. Dengan begitu, informasi dari perangkat berbeda dapat dimanfaatkan secara terpadu.

Sjafrie menilai kemampuan antar-sistem untuk berkomunikasi menjadi kunci efektivitas operasi dan kemandirian alutsista TNI. “Industri pertahanan dalam negeri harus terus diperkuat agar semakin mandiri, menguasai teknologi, dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan nasional,” ujar Sjafrie, seperti dikutip dalam keterangan PT LEN.

Pesannya berkaitan dengan lebih dari sekadar kemampuan memproduksi perangkat. Penguasaan integrasi dan pengujian juga menentukan apakah teknologi dapat bekerja sesuai kebutuhan pengguna. Karena itu, inspeksi Menhan turut menyentuh lini alat komunikasi dan teknologi pemantauan taktis, termasuk pemeriksaan jaminan mutu sesuai standar militer.

Produksi LEN dan penguatan industri dalam negeri

PT LEN menyatakan proses produksi elektronika pertahanannya berjalan dari perancangan sampai pengujian. Cakupan end-to-end itu menunjukkan peran perusahaan tidak terbatas pada pembuatan satu perangkat, tetapi juga mencakup penyatuan sistem agar dapat beroperasi bersama.

Direktur Utama PT LEN Industri Joga Dharma Setiawan mengatakan perseroan memperkuat perannya sebagai integrator utama sistem elektronika pertahanan. Sebagai induk Holding Industri Pertahanan DEFEND ID, LEN bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan, TNI, perguruan tinggi, dan industri nasional.

Kolaborasi tersebut penting karena kemandirian alutsista tidak hanya ditentukan oleh keberadaan fasilitas produksi. Industri juga perlu membangun kemampuan teknologi dan ekosistem pendukung agar perangkat yang dibuat bisa memenuhi kebutuhan pengguna. PT LEN menyebut peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai bagian dari komitmennya.

Joga menyatakan perusahaan ingin menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna sekaligus meningkatkan kandungan dan kemampuan industri dalam negeri. Ia juga menegaskan komitmen LEN untuk memperkuat ekosistem teknologi pertahanan dan bekerja bersama berbagai pemangku kepentingan.

Dampaknya terasa pada rantai penyediaan alutsista nasional. Jika sistem buatan dalam negeri dapat terhubung dan memenuhi standar mutu militer, kebutuhan pertahanan berpeluang ditopang lebih kuat oleh kemampuan industri domestik. Integrasi juga membuat teknologi yang berbeda dapat menyajikan informasi operasional dalam jaringan yang sama.

Joga optimistis penguasaan teknologi elektronika pertahanan terintegrasi dapat menopang kedaulatan serta daya saing industri pertahanan Indonesia di tingkat global. Namun, ukuran penting bagi pengguna tetaplah kemampuan sistem bekerja sesuai kebutuhan operasional, termasuk saat radar dan drone berbagi informasi dalam satu jaringan komando.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis