BMKG menentukan pelaksanaan OMC dengan melihat potensi awan hujan dan laporan petugas di lapangan. Jika awan tersedia di lokasi yang masih menunjukkan kepulan asap, BMKG berupaya mengoptimalkan hujan agar turun di area tersebut. Logistik untuk operasi dikirim ke lapangan menggunakan pesawat Hercules, sementara koordinasi terpusat di Posko Halim.
Budi mengingatkan, BMKG tidak mengklaim seluruh hujan yang turun di Sumatera Selatan dan wilayah Sumatera lainnya dalam beberapa hari terakhir berasal dari OMC. Awan hujan juga dapat terbentuk secara alami. Operasi ini diarahkan untuk memaksimalkan potensi hujan agar turun tepat di titik kebakaran, bertahan lebih lama, dan mencakup area lebih luas.
Dalam laporan terpisah pada Kamis, ANTARA menyebut TNI AU menyebar 42 ton garam di langit Sumatera Selatan untuk mendukung hujan buatan. Penyemaian dilakukan memakai pesawat C-130 Hercules dan dua pesawat BNPB. Angka itu merujuk pada kegiatan penyemaian di Sumsel, sedangkan penjelasan BMKG mencakup operasi di Sumsel dan Kalteng; keduanya menggambarkan bagian berbeda dari upaya penanganan karhutla.
BMKG tetap mengandalkan laporan patroli dan kondisi awan untuk menentukan lokasi penyemaian. Di lahan gambut, pekerjaan belum selesai saat api di permukaan menghilang: bara di bawah tanah masih dapat memicu kebakaran kembali setelah satu hingga dua hari tanpa hujan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.