Jok lebar dan posisi berkendara turut menopang kenyamanan sepanjang perjalanan. Dalam pengalaman pewarta kumparanOTO dengan tinggi 170 cm dan berat badan 85 kg, posisi duduk tetap terasa mendukung selama touring. Pengalaman ini bersifat personal; kenyamanan dapat berbeda mengikuti postur dan kebiasaan pengendara.
Perjalanan hari berikutnya berlangsung dalam cuaca berkabut khas Dieng. Rombongan melanjutkan rute melalui Temanggung dan Kaloran menuju Lapangan Panglima Sudirman, Ambarawa. Kontur jalan di etape kedua disebut hampir serupa dengan perjalanan sebelumnya, sehingga motor kembali menghadapi kombinasi tanjakan, turunan, dan tikungan.
Fitur keselamatan yang diuji di jalur pegunungan
Varian ABS dilengkapi sistem pengereman untuk mencegah roda mengunci ketika pengendara melakukan pengereman mendadak. Sementara itu, Honda Selectable Torque Control (HSTC) membantu mengurangi potensi roda belakang selip.
Keduanya relevan di rute dengan perubahan permukaan dan traksi. ABS mendukung kendali saat pengendara perlu memperlambat laju, sedangkan HSTC membantu ketika motor berakselerasi di permukaan yang cengkeramannya terbatas. Fitur tersebut tidak menggantikan kewaspadaan, terutama saat berhadapan dengan tikungan tajam atau jalan yang sedang diperbaiki.
Bagi pengguna, hasil uji di jalur seperti ini memberi gambaran bahwa kenyamanan perjalanan tidak hanya bergantung pada tenaga mesin. Suspensi, posisi duduk, respons pengereman, dan kendali traksi ikut menentukan rasa percaya diri ketika menghadapi rute yang berubah-ubah.
Namun, konsumsi bahan bakar dalam touring dengan kecepatan rata-rata 60–95 km/jam belum tentu sama dengan pemakaian harian di perkotaan yang memiliki kondisi lalu lintas dan frekuensi berhenti berbeda.
Setelah menempuh dua etape, rombongan tiba di Ambarawa untuk menghadiri puncak Honda Bikers Day 2026. Dalam pengukuran sepanjang perjalanan sekitar 151 kilometer itu, konsumsi Honda ADV160 tercatat sekitar 40 km/liter.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.