LAMPUNG — Pendampingan UMKM Lampung membantu 30 pelaku usaha memperkuat pengelolaan bisnis, dari pencatatan keuangan hingga pemasaran, dalam program inkubasi pada 1–2 Oktober 2026. Bekal praktis ini penting agar usaha kecil tidak hanya mampu membuat produk, tetapi juga punya dasar untuk berkembang.
Kegiatan berlangsung di Aula KUD Krida Sejahtera dan diikuti pelaku usaha dari 12 desa di sekitar wilayah operasional PT Sumber Indah Perkasa, anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food. Program dua hari itu menjadi kelanjutan pelatihan tahap pertama yang digelar pada Agustus 2026.
Pendampingan UMKM Lampung menyasar pengelolaan usaha
Peserta mempelajari manajemen usaha, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) sederhana, pencatatan keuangan, serta perhitungan harga pokok produksi (HPP). Materi juga mencakup rantai pasok, pengelolaan sumber daya manusia, dan penyusunan Business Model Canvas (BMC).
Topik pelatihan dirancang berdasarkan Training Needs Assessment (TNA), yakni pemetaan kebutuhan dan tantangan pelaku usaha. Pemasaran, permodalan, dan akses pasar menjadi beberapa persoalan yang diperhitungkan dalam penyusunan materi.
Pelatihan tidak berhenti pada penyampaian teori. Peserta mempraktikkan materi untuk usaha masing-masing dan telah menyusun SOP sederhana serta BMC sebagai landasan pengembangan berikutnya. Evaluasi pembelajaran mencatat rata-rata nilai post-test sebesar 90,38.
Bagi pelaku usaha, manfaatnya menyentuh pekerjaan sehari-hari: mencatat pemasukan dan biaya dengan lebih terarah, menyusun proses kerja, serta menghitung biaya produksi sebelum menetapkan harga. Keterampilan itu dapat membantu peserta melihat kebutuhan usahanya dengan lebih jelas, termasuk bagian yang perlu dibenahi sebelum memperluas pemasaran.
Apa tindak lanjut bagi peserta?
Pendampingan akan berlanjut melalui bantuan pengurusan legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, dan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Peserta juga direncanakan mendapat dukungan untuk meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, serta mengembangkan manajemen dan pemasaran.
Komunikasi lanjutan akan berlangsung melalui grup WhatsApp UMKM Binaan. Perkembangan usaha peserta juga akan dipantau lewat pendampingan langsung, sehingga materi pelatihan dapat dihubungkan dengan kebutuhan yang muncul setelah kegiatan.
Nuni Lestari, pelaku UMKM tahu dari Desa Bandar Aji Jaya, mengatakan pelatihan memberinya kesempatan belajar sekaligus bertukar pengalaman dengan peserta dari desa lain. “Materi yang disampaikan ringkas dan jelas. Dengan adanya kegiatan ini, kami bisa mendapatkan banyak ilmu dan menambah teman dari desa lain. Semoga usaha kami dapat lebih maju,” ujar Nuni.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.