JAKARTA — Sekitar 25% data center di dunia berada di wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air setidaknya selama satu bulan dalam setahun, menurut studi yang memetakan 9.347 fasilitas. Persaingan pemakaian airnya sudah bersinggungan dengan kebutuhan kota dan pertanian.
Temuan dalam jurnal Environmental Science & Technology itu juga memperkirakan tekanan air dapat meluas. Dalam model dengan asumsi suhu rata-rata global naik 3 derajat Celsius dibandingkan tingkat pada 1900, porsi lokasi data center yang mengalami tekanan air diproyeksikan mencapai 33% dalam waktu 10 tahun.
Data center dan tekanan air: siapa bersaing?
Studi yang dipimpin Carnegie Institution for Science memetakan lokasi fasilitas di berbagai negara dan membandingkannya dengan ketersediaan air setempat. Para peneliti mendefinisikan kesenjangan pasokan air sebagai keadaan ketika permintaan melampaui ketersediaan.
Persaingan sudah terjadi di banyak lokasi. Sebanyak 41% data center yang diteliti bersaing langsung dengan kota dan pemerintah daerah untuk memperoleh air. Di 28% lokasi lainnya, pertanian menjadi pengguna air utama.
Tekanan lebih berat terlihat pada 523 fasilitas—sedikit lebih dari 5% total yang diteliti—yang menghadapi kesenjangan pasokan air sedikitnya 9 bulan dalam setahun. Angka itu menunjukkan persoalannya bukan hanya soal kebutuhan air pada masa mendatang; sejumlah fasilitas berada di kawasan yang pasokannya sudah terbatas hampir sepanjang tahun.
“Fasilitas-fasilitas ini tidak dibangun di wilayah yang kosong. Fasilitas tersebut berdiri di atas sumber pasokan air bagi kota dan lahan pertanian,” kata ilmuwan lingkungan Lorenzo Rosa dari Carnegie Institution for Science.
Mengapa kebutuhan airnya berdampak ke warga?
Data center memakai air untuk menjaga suhu peralatan tetap stabil dan mendukung operasi. Fasilitas besar dapat mengonsumsi air per hari sebanyak kebutuhan kota berpenduduk 50.000 orang. Pada sistem pendinginan yang mengandalkan penguapan, air tawar kerap menjadi pilihan.
Air berbeda dari listrik dalam satu hal penting: pasokannya umumnya harus tersedia di sekitar fasilitas. Data center mengambil air dari danau, sungai, dan akuifer, sementara ketersediaan sumber-sumber itu dapat berubah mengikuti musim. Akibatnya, kebutuhan fasilitas digital bertemu langsung dengan kebutuhan rumah tangga, pemerintah daerah, serta lahan pertanian di wilayah yang sama.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.