Minggu, 1 November 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Solusi Digital Rumah Sakit: 8 Kategori Diperkenalkan GTC

Solusi digital rumah sakit terintegrasi untuk memantau layanan dan operasional
Integrasi teknologi rumah sakit mencakup pengelolaan informasi, layanan pasien, dan pemantauan operasional. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Delapan kategori solusi digital rumah sakit diperkenalkan PT Galva Technologies Tbk (GTC) dalam Hospital Expo 2026 untuk mendukung pelayanan pasien dan operasional. Cakupannya bergerak dari teknologi medis berbasis kecerdasan buatan hingga pemantauan aktivitas rumah sakit.

Perkenalan itu berlangsung saat rumah sakit menghadapi kebutuhan untuk mengelola informasi medis, memantau kondisi pasien, menjaga keamanan, dan menyelaraskan layanan. Teknologi bisa membantu menyederhanakan proses, tetapi manfaatnya bergantung pada kecocokan dengan sistem dan kebutuhan tiap institusi.

Apa saja solusi digital rumah sakit yang ditawarkan GTC?

GTC memperkenalkan delapan kategori, yakni AI Medical Technology, Intelligent Document Solutions, Inpatient Care, Safe Hospital, Patient Experience, Command Centre, Corporate Wellness, dan SuperApp Hospital.

Kategori-kategori itu mencakup sejumlah kebutuhan yang berbeda. Pengelolaan dokumen dan informasi menjadi bagian dari digitalisasi administrasi, sementara solusi perawatan pasien dan pengalaman pasien berhubungan dengan layanan di rumah sakit.

Safe Hospital menyoroti aspek keamanan. Command Centre berfokus pada pemantauan dan koordinasi operasional, sedangkan Corporate Wellness dan SuperApp Hospital melengkapi ragam solusi yang diperkenalkan perusahaan.

Dengan sistem yang saling terhubung, rumah sakit dapat menyederhanakan proses seperti registrasi pasien serta mengelola informasi secara lebih teratur. Integrasi juga berpotensi memberi pengelola gambaran operasional yang lebih menyeluruh, bukan sekadar memindahkan pekerjaan manual ke perangkat digital.

Integrasi sistem menentukan manfaat digitalisasi

Teknologi baru tidak otomatis membuat layanan lebih efisien. Rumah sakit perlu mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, keamanan data, dan kemampuan menghubungkan solusi baru dengan sistem yang telah digunakan.

Pertimbangan itu berdampak langsung pada pasien dan tenaga kesehatan. Sistem yang sesuai kebutuhan dapat membantu alur informasi dan koordinasi layanan, sementara penerapan yang tidak terhubung berisiko menambah pekerjaan atau membuat proses berjalan dalam jalur yang terpisah.

Karena itu, pemilihan teknologi perlu berangkat dari persoalan operasional yang hendak diatasi dan hasil yang ingin dicapai. Kebutuhan sebuah rumah sakit belum tentu sama dengan kebutuhan institusi lain; investasi digital perlu sejalan dengan kesiapan dan kapasitas masing-masing.

Head of Sales Smart Solutions Health Service PT Galva Technologies Tbk, Irwin Supriyanto, mengatakan rumah sakit cerdas membutuhkan pendekatan yang menghubungkan beragam aspek teknologi.

“Menjawab kebutuhan sektor kesehatan yang semakin kompleks dunia kesehatan sekarang ini membutuhkan pendekatan ekosistem dalam pengembangan Smart Hospital di Indonesia.

Untuk itu pelaku industri ini perlu mengintegrasikan perspektif AI, infrastruktur digital, patient experience, dan intelligent solutions sehingga digitalisasi bisa terwujud secara seamless untuk rumah sakit yang lebih cerdas dan terhubung,” ujar Irwin.

Bagaimana standar dan platform kesehatan berperan?

Pengembangan SATUSEHAT oleh Kementerian Kesehatan menjadi bagian dari upaya integrasi data kesehatan di Indonesia. Di saat yang sama, SNI 9459:2026 tentang Smart Hospital menjadi salah satu rujukan dalam pembahasan standardisasi rumah sakit cerdas.

Keduanya menempatkan integrasi dan kesiapan sistem sebagai bagian penting dari digitalisasi layanan. Pertukaran informasi dan koordinasi operasional membutuhkan infrastruktur yang mendukung, bukan hanya penambahan perangkat atau aplikasi di masing-masing bagian rumah sakit.

Dalam konteks itu, delapan kategori yang dibawa GTC ke Hospital Expo 2026 menunjukkan luasnya kebutuhan digital rumah sakit. Namun, jumlah kategori bukan ukuran keberhasilan. Yang menentukan ialah apakah teknologi membantu menyelesaikan masalah layanan dan operasional secara nyata.

Irwin menekankan bahwa ukuran keberhasilan perlu dikaitkan dengan kebutuhan institusi. “Keberhasilan transformasi bukan semata-mata diukur dari banyaknya teknologi yang diterapkan, tetapi dari relevansi solusi terhadap kebutuhan pelanggan dan hasil yang ingin dicapai. Setiap rumah sakit memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan dan solusi yang dipilih juga perlu disesuaikan,” tambahnya.

Melalui partisipasi di Hospital Expo 2026, GTC berdiskusi dengan pengelola rumah sakit, tenaga profesional kesehatan, dan mitra industri mengenai infrastruktur, pengelolaan data, keamanan, serta penggunaan teknologi untuk layanan pasien dan operasional. Fokusnya: memastikan solusi terintegrasi menjawab kebutuhan rumah sakit, bukan sekadar menambah sistem baru.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis