Senin, 2 November 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Bimbim Slank Kenang Banyuwangi, Tempat Lahir Lagu Ikonik

Bimbim Slank mengenang Banyuwangi dan lagu Kirim Aku Bunga
Slank kembali tampil di Banyuwangi, kota yang dikenang Bimbim sebagai tempat lahirnya lagu “Kirim Aku Bunga”. (Ilustrasi: AI)

BANYUWANGI — Kenangan Bimbim Slank di Banyuwangi terikat pada lahirnya lagu “Kirim Aku Bunga”, yang dibuat band itu saat berkunjung pada 1992. Kini, puluhan tahun setelah kunjungan tersebut, Slank kembali menyapa penggemar lewat konser di Pantai Marina Boom.

Penampilan itu berlangsung pada Minggu malam, 1 November, dalam rangkaian “Berani Kita Beda Tour” atau Tour ke-10 Hey Slank. Bimbim juga melihat perubahan di Banyuwangi, termasuk bertambahnya hotel yang menurutnya menandai perkembangan daerah.

Kenangan Bimbim Slank di Banyuwangi berawal pada 1992

Drummer sekaligus pentolan Slank itu mengatakan kunjungan pertama mereka ke Banyuwangi meninggalkan memori yang sulit dilupakan. Salah satunya adalah proses kreatif di balik lagu “Kirim Aku Bunga”.

“Dulu, pada 1992 ada memori yang tidak bisa dilupakan banget, kami bikin lagu ‘Kirim Aku Bunga’ itu di Banyuwangi,” kata Bimbim dalam konferensi pers di Banyuwangi, Minggu.

Lagu tersebut dirilis pada 1993. Bimbim mengungkapkan bahwa proses penciptaannya berlangsung ketika Slank berada di Banyuwangi setahun sebelumnya. Kenangan itu memberi tempat khusus bagi kota tersebut dalam perjalanan grup band itu.

Slank sudah beberapa kali menggelar konser di Banyuwangi sejak pertama kali datang pada 1992. Kunjungan terbaru mereka menjadi kesempatan untuk kembali bertemu penggemar sekaligus mengingat pengalaman awal di kota itu.

Apa yang berubah menurut Bimbim?

Bimbim menilai Banyuwangi mengalami perubahan besar sejak kunjungan pertama Slank. Ia menyoroti pertumbuhan hotel sebagai salah satu hal yang terlihat jelas.

“Banyuwangi sudah berubah banget ya, dulu cuma ada satu, sekarang di mana-mana ada hotel bagus-bagus,” kata Bimbim.

Pengamatannya merujuk pada perbedaan yang ia rasakan dari perjalanan Slank selama bertahun-tahun. Bagi penggemar yang hadir di konser, kedatangan band tersebut membawa dua hal sekaligus: pertunjukan langsung dan kisah tentang hubungan lama Slank dengan Banyuwangi.

Konser digelar di Pantai Marina Boom, lokasi yang menjadi titik temu Slank dengan para penggemarnya pada malam itu. Rangkaian tur “Berani Kita Beda” menjadi latar penampilan, sementara cerita Bimbim tentang lagu dan perubahan kota memberi konteks personal pada kunjungan tersebut.

Kenangan musik dan kuliner Banyuwangi

Bukan hanya proses penciptaan lagu yang melekat di ingatan Bimbim. Ia juga menyebut kuliner khas Banyuwangi, termasuk Nasi Tempong yang dikenal dengan sambalnya yang pedas.

Pengalaman itu memperlihatkan sisi lain dari kunjungan Slank: hubungan dengan sebuah daerah terbentuk lewat musik sekaligus hal-hal yang mereka temui selama berada di sana. “Kirim Aku Bunga” menjadi penanda paling kuat karena lahir dari pengalaman band di Banyuwangi, sedangkan Nasi Tempong termasuk kenangan kuliner yang ia sebut.

Bagi Banyuwangi, konser tersebut menghadirkan kembali Slank di hadapan penggemar setempat. Bagi Bimbim, kepulangan itu juga membuka ruang untuk mengenang kunjungan pertama, saat band menciptakan lagu yang kemudian dirilis pada 1993. “Banyuwangi sudah berubah banget ya,” kata Bimbim.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Cek Weton Tanggal Lahir: Kalkulator Hari, Pasaran, dan Neptu Jawa